Menag: Bom Sarinah Tak Terkait Islam

1129

MEDAN|SUMUT

Tragedi bom yang terjadi di Sarinah Jakarta pada Kamis(14/1) lalu, ditegaskan sama sekali tidak punya kaitan dengan Islam. Karenanya, masyarakat dihimbau jangan terlalu dini memberikan penilaiannya terhadap Islam.

“Pada intinya, gerakan tersebut adalah gerakan yang tidak benar jika mengatasnamakan agama, Apalagi agama Islam. Agama Islam, sama sekali tidak mentolerir cara kekerasan, memaksakan kehendak untuk menyebarluaskan ajaran agama,”

Hal itu disampaikan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saefuddin di sela-sela peresmian Masjid Agung Medan, Jumat (15/1) kemarin.

Dikatakanya, pemerintah melalui Badan Intelijen Negara (BIN) dan juga pihak Kepolisian masih terus mendalami untuk mengungkap dalang kejadian tersebut.
“Tentunya, BIN dan Kepolisian masih terus mendalami untuk mengungkap siapa dalang peristiwa tersebut,”ujarnya.

Disinggung, kalau disebut-sebut dibalik peristiwa pemboman itu adalah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Lukman terkesan enggan untuk mengomentarinya lebih rinci, dan bertanya, apakah di Indonesia memang benar ada ISIS tersebut.

“Apakah klaim itu memang benar. Artinya, apakah di Indonesia ini memang betul ada ISIS. Kita belum tahu. Hukum akan bekerja,”tandasnya mengakhiri.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berbicara soal solusi mengatasi ancaman kelompok berbahaya yang mengatasnamakan agama itu seperti ISIS.

“Dulu kan sedikit, sekarang sudah tiga ribuan kalau dibiarkan akan bertambah, berbahaya itu,” kata Ryamizard di Apel Kebhinekaan Lintas Iman, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/1).

Ryamizard mengatakan, dulu anggota ISIS masih sedikit. Sedangkan sekarang sudah melampaui tiga ribu anggota. Maka Indonesia harus bertindak mencari solusi mengatasi keberadaan kelompok berbahaya itu. Solusinya adalah program Bela Negara yang dimotori Kementerian Pertahanan.

“Saya akan siapkan bela negara untuk menangkal segalanya. Bela negara itu bersatu semua rakyat,” kata Ryamizard.

Senada dengan Ryamizard, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama Said Aqil Siraj menyatakan ISIS memang berbahaya. Said menilai, ISIS punya rencana jahat di Indonesia.

“Sudah bahaya itu. Mereka sudah punya agenda yang masif di Indonesia,” kata Said. (Dd)