Melalui tokoh Agama dan masyarakat Padangsidimpuan Tolak People Power

189

Padangsidimpuan|SUMUT24
Para ulama, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren hingga hatibangon di Kota Padangsidimpuan merespons isu people power yang diembuskan oknum elite politik usai Pemilu Serentak 2019.

Ketua Badan Silaturahmi Ponpes se-Kota Padangsidimpuan H. Ustad Ali Siregar S. AG kepada Wartawan mengatakan, hal-hal yang berhubungan dengan Pemilu 2019, baik Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) sudah selesai dengan jujur, adil, transparan dan demokratis.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak perlu menimbulkan gejolak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Tidak perlu ada pengerahan massa people power yang justru akan menimbulkan hal yang lebih parah lagi,” imbuhnya.

Tokoh agama ini menilai isu people power itu sengaja dimunculkan oleh para elite politik bangsa ini dengan tujuan memecah belah bangsa.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, khususnya santri untuk tetap tenang dan menahan diri, agar tidak terpengaruh dengan ajakan people power dan mengimbau kepada masyarakat Padangsidimpuan , agar tidak perlu menimbulkan gejolak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.

isu people power atau pengerahan massa merupakan gerakan adu domba oleh sekelompok orang dengan tujuan mendelegitimasi atas hasil kerja keras penyelenggara pemilu (KPU, red),

Ali tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri agar tidak terpengaruh dengan ajakan people power.

“Ketimbang membuat gerakan inkonstitusional, lebih baik kita buat gerakan people power mendo’akan seluruh KPPS yang meninggal dunia agar mendapat tempat disisi Allah SWT. Yang masih dirawat, kita doakan sehat wal’afiat. Insya Allah bernilai ibadah,” imbuhnya

Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara pemilu, baik KPU, Bawaslu, Kepolisian, TNI, Linmas dan pihak terkait lainnya yang mengawal dan menjaga pemilu serentak berjalan lancar, aman, jurdil

Dia mengimbau masyarakat Kota padangsidimpuan agar tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya..

Sementara itu Ketua FKUB Zulfadli melalui Sahat Tua Sinaga kepada wartawan, Minggu (19/05) mengatakan sangat mengapresiasi penyelenggara pemilu termasuk TNI/Polri dalam mengawal pesta demokrasi tersebut sehingga dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

“Apa yang dilakukan pihak penyelenggara pemilu tersebut kita apresiasi biarlah mereka bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

Mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas khususnya di Kota Padangsidimpuan yang aman dan kondusif dengan mendukung aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain,” ujarnya

Sahat tua mengatakan, karena sampai saat ini kota padangsidimpuan masih situasi yang aman dan kondusif , dan daerah ini bukan tanggung jawab aparat keamanan semata. Melainkan, tanggung jawab kita, untuk itu people power hanya akan melahirkan perpecahan dari kesatuan yang sudah dibangun oleh bangsa Indonesia, selain itu people power juga dinilai dapat mencoreng demokrasi itu sendiri.terangnya

“Apa yang dilakukan pihak penyelenggara pemilu tersebut kita apresiasi biarlah mereka bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

Mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas khususnya di Kota padangsidimpuan yang terkenal dengan dalihan natolu, agar tetap aman dan kondusif dengan mendukung aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain,” ujarnya.(tomps )

Loading...