Mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP USU Ajak Anak Panti Tingkatkan Kemauan Membaca & Belajar Pada Kelompok Anak di Masa Pandemi

773

Medan I Sumut24.CO

Kegiatan Praktek Kerja Lapangan yang kedua dilaksanakan di Panti Asuhan Ora Et Labora Nusantara yang beralamat di Jalan Agenda No. 11 Ayahanda, Medan, dengan mahasiswa praktikan yaitu dengan saya Michael Doloksaribu dan Supervisor Sekolah yaitu Ibu Hairani Siregar, S.Sos, MSP.
Kegiatan PKL II ini berlangsung selama kurang lebih 3 bulan yang dimulai dari tanggal 7 September 2021 sampai 3 Desember 2021. Panti asuhan ini sudah menampung sekitar 30 orang, 4 pengurus, serta bapak pendiri panti sekaligus pengasuh yang bernama Bapak Salim.

Pada awal bulan september 2021, saya melakukan pertemuan pertama dengan mengadakan observasi dan perkenalan diri dengan anak-anak asuh yang ada di dalam panti asuhan ini.
Setelah berkenalan dihari berikutnya, saya mengadakan mini games, bernyanyi bersama, menggambar-mewarnai bersama anak panti hal ini ditujukan agar lebih dekat dan mengenal anak panti. Kemudian pada pertemuan selanjutnya saya melakukan kegiatan belajar-mengajar bersama anak-anak supaya anak mendapatkan pengetahuan baru sehingga bisa menjawab soal-soal yang diberikan oleh ibu guru dengan benar.

Dalam pelaksanaan PKL II, Michael mendapatkan sekelompok anak yang kesulitan dalam belajar dan menjawab soal-soal yang diberikan oleh gurunya di sekolah. Dengan melihat masalah tersebut Michael membuat mini project untuk meningkatkan kemauan membaca dan belajar anak di masa pandemi yang diharapkan bisa berjalan dengan baik.

Mini Project dibuat menggunakan tahapan sosial groupwork secara umum. Michael memiliki klien yang berbentuk kelompok dengan berisikan 5 orang yaitu Buala, Febe, Yanu, Roni, Harianto. Mereka masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).

Tahapan Social Groupwork Secara Umum
1. Tahap Persiapan
Pada tahap ini Michael mempersiapkan pendekatan yang akan dilakukan untuk pengembangan kelompok anak guna memaksimalkan tujuan dari mini project yang dibuat. Kemudian persiapan lapangan saya lakukan untuk melihat kondisi agar mendapat dukungan atau partisipasi anak-anak untuk melakukan perubahan untuk mencapai tujuan. Pada persiapan ini praktikan telah melakukan observasi lapangan pada tanggal 7 eptember 2021.

2. Tahap Assessment
Pada tahap ini saya menggali permasalahan yang dialami oleh kelompok anak panti. Setelah kelompok dibuat saya mengajak anak-anak untuk saling memperkenalkan diri. Nama klien yaitu: Buala, Febe, Yanu, Harianto, dan Roni. Dalam melakukan perkenalan, saya mengajak anak untuk menceritakan masalah yang mereka alami.

Menggali masalah menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion). Setelah memfokuskan diskusi dalam kelompok saya mendapat masalah yang dialami oleh mereka yaitu kurangnya kemauan membaca sehingga tidak bisa menjawab soal-soal yang diberikan oleh guru mereka di sekolah.

3. Tahap Perencanaan Alternatif Program
Pada tahap ini saya merencanakan sebuah program agar anak lebih gemar membaca. Peran saya dalam mini project sebagai fasilitator dan educator. Teori yang saya gunakan yaitu teori social learning dari Albert Bandura yang mengatakan bahwa orang dapat mempelajari informasi baru dan perilaku dengan melihat orang lain. Dengan merencanakan program maka saya sebagai praktikan bisa menyesuaikan dengan program yang diharapkan untuk menyelesaikan permasalahan mereka sehingga nantinya bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

4. Tahap Pemformulasian Rencana Aksi
Pada tahap ini pelaku perubahan membantu masing-masing anak untuk merumuskan dan menentukan program mana yang akan diprioritaskan terlebih dahulu. Setelah berbicara dengan anak-anak di kelompok saya, mereka sepakat untuk melaksanakan program-program yang ingin dilaksanakan. Adapun program yang ingin dilaksanakan :
– kegiatan membaca buku
– kegiatan belajar sambil bermain
– kegiatan belajar dan membaca dengan media internet seperti youtube
– kegiatan sharing mengenai pembelajaran di sekolahnya

5. Tahap Pelaksanaan Program (Intervensi)
Pada tahap ini saya menjalankan program-program sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat agar dapat berjalan dengan baik. Pelaksanaan program diawali dengan kegiatan membaca dan memahami tugas yang diberikan oleh ibu guru.

Mereka sangat semangat untuk melihat dan memahami bacaan dan juga sangat kompak dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan sehingga soalnya cepat terjawab.

Kemudian program kedua dilaksankan pada pertemuan berikutnya adalah kegiatan belajar sambil bermain agar anak-anak lebih bersemangat, games yang diberikan tentunya tentang pengetahuan umum sehingga bisa menambah informasi buat mereka.Belajar berhitung dengan metode bergambar saya lakukan. Karena kebanyakan anak-anak lebih suka berhitung dengan melihat gambar-gambar dan memudahkan mereka dalam berhitung.

Saya tidak lupa untuk mengadakan kuis ditujukan untuk merefresh kembali dengan beberapa pertanyaan seputar pelajaran mereka di sekolah. Kuis yang diberikan dapat mereka jawab benar dan cepat. Setelah kuis, mereka sharing mengenai pembelajaran di sekolah mereka. Di pertemuan selanjutnya saya melakukan kegiatan belajar menggambar dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas mereka. Kemudian menerapkan metode membaca dan belajar dengan menggunakan youtube. Saya membantu untuk mengarahkan agar mereka dapat mengerti dengan pembahasan yang ada di youtube dengan pembahasan yang sederhana.

6. Tahap Evaluasi dan Hasil Perubahan
Di tahap ini saya melakukan evaluasi terhadap program-program yang telah dijalankan. Evaluasi pada program ini adalah lebih dibutuhkan pemantauan agar anak mau menjalankan programnya. Adapun hasil perubahan yang dialami oleh mereka adalah mereka lebih semangat dan ada kemauan membaca dan belajar bersama dengan anak yang lainnya sehingga bisa dengan cepat menjawab soal-soal yang diberikan oleh guru mereka. Mereka sangat merasakan manfaat dari program-program yang telah dilakukan selama PKL II di Panti Asuhan ini.

7. Tahap Terminasi
Tahap terminasi merupakan tahap dimana sudah selesainya hubungan secara formal dengan kelompok. Pada tahap terminasi ini saya menggabungkan dengan pemasangan poster mari membaca. Setelah pemasangan poster saya menyuruh anak-anak untuk membaca isi dari poster tersebut agar anak mengerti dan mengetahui informasi dari poster yang dibuat. Pemutusan hubungan dengan kelompok diawali dengan ucapan terima kasihkarena telah menerima saya dan teman saya Selfian Harefa untuk melakukan PKL II di Panti Asuhan ini.

Ada pemberian kesan dan pesan yang disampaikan oleh anak panti. Saya juga memberikan buku tulis agar anak-anak bisa rajin dan semangat belajar. Di akhir pertemuan PKL II, kegiatan yang saya lakukan di apresiasi oleh Bapak Pengasuh yaitu Bapak Salim, beliau sangat berterimakasih atas kehadiran kami dan merasa sangat terbantu dalam mengisi kegiatan anak-anak selama masa pandemi. (red)