Kutip Dana Bos, 13 Kepsek dan 3 Pengurus K3S Kena OTT

35

Langkat I SUMUT24

Belasan Kasek SD (sekolah dasar) berhasil diamankan Ditreskrimsus Poldasu dalam OTT (operasi tangkap tangan) di ruang kelas SD Negeri 050765, Jalan Simpang Kolam, Lingkungan IV, Kelurahan Pekan Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Kamis (9/5) sekira pukul 11.00 Wib.

Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pengurus K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) dan para Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.

Dalam OTT tersebut, kepolisian mengamankan tiga orang pengurus K3S dan 13 orang Kepsek SD, dari ruang kelas 1 B, SD Negeri 050765 Lingkungan IV, Kelurahan Pekan Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Kamis (9/5/2019).

“Ya benar. Dari 16 orang yang diamankan, 3 diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. OTT ini terkait dugaan tindak pidana korupsi pengutipan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD Negeri se-Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat yang dilakukan oleh pengurus K3S,” ungkap Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, sore.

Tatan mengatakan, OTT ini dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi telah terjadi pengutipan kepada semua Kepala Sekolah SD Negeri yang ada di Kecamatan Gebang oleh K3S Kecamatan Gebang di ruang kelas 1 B SD Negeri 050765.

“Modusnya pengurus K3S ini mengumpulkan para Kepala Sekolah SD Negeri se-Kecamatan Gebang dan diminta untuk melakukan pembayaran uang administrasi setelah dana BOS triwulan I cair dan masuk ke rekening masing-masing sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut Tatan menjelaskan, dana tersebut dikumpulkan oleh K3S Kecamatan Gebang dengan mengutip dana sebesar Rp 15.000 dikalikan jumlah siswa masing-masing dari 31 sekolah se-Kecamatan Gebang.

“Jadi tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu masing-masing NB (Ketua K3S), B (Sekretaris K3S) dan AP (Bendahara K3S),” bebernya.

Mantan Wakapolrestabes Medan ini merinci, dalam OTT itu juga diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 36.750.000 didapat dari B (Sekretaris K3S) dan uang tunai senilai Rp 35.750.000 didapat dari AP (Bendahara K3S). Kemudian dua lembar dokumen data seluruh SD Negeri se-Kecamatan Gebang, serta 13 buku laporan pertanggungjawaban penggunaan Dana BOS Triwulan I.

“Para tersangka diduga melanggar Pasal 12 huruf e sub Pasal 11 UU No 20 tahun 2001 perubahan UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” pungkas Tatan.

Adapun nama-nama Kepsek yang diamankan, papar Tatan masing-masing ialah, Kaswono (Kepsek SDN 054943), Asniwati (Kepsek SDN 056635), Ahdinah (Kepsek SDN 056636), Hasnah (Kepsek SDN 050767), Rosida Hutabalian (Kepsek SDN 056023), Luhur Sihite (Kepsek SDN 057226) dan Mula Tua Siregar (Kepsek SDN 054948).

Kemudian, Kaneria Sitorus (Kepsek SDN 056026), Heriyandi (Kepsek SDN 054945), Estermina Sitanggang (Kepsek SDN 050770), Nelpida (Kepsek SDN 057225), H Yuna Seriati (Kepsek SDN 056024) dan Sarono (Kepsek SDN 053992).

Sementara itu, pantauan Harian SUMUT24 di lapangan, terlihat belasan Kasek SD tak berkutik ketika petugas menyergap mereka lagi di ruang kelas. Beberapa mobil petugas seperti Toyota Inova berwarna hitam, Mitsubishi Pajero berwarna biru muda, Kijang Avanza berwarna hitam parkir dihalan mrumah masyarakat, di jalan dan lokasi sekolah.

Beberapa petugas diluar berjaga-jaga memantau tamu yang keluar masuk, padahal di ketahui hari tersebut adalah hari libur alias tidak masuk sekolah namun kog Kasek pada kumpul di sekolah tersebut.

Tidak beberapa lama berselang kemudian salah seorang petugas Ditreskrimsus Poldasu menghubungi Kapolsek Gebang AKP J.H Tobing,SH meminta Kaplosek untuk datang kelokasi. Dalam hitungan menit Kapolsek Gebang bersama personilpun hadir.

Terpantau di lapangan beberapa Kasek buang air kecil terlihat dikawal oleh petugas dari ruangan ke luar menuju kamar mandi, petugas tampak berjaga-jaga. Diantaranya Kasek berinisial BR yang juga Sekertaris K3S SD Kecamatan Gebang.

Tidak Berapa lama secara terpisah AP salah seorang Kasek yang menjabat sabagai Bendahara K3S SD Kecamatan Gebang diapit petugas di bawa langsung menuju Mobil Toyota Inova berwarna hitam. Juga dua orang petugas menyusul nya dengan membawa tas ransel dan plastik asoy berwarna hitam diduga berisi uang. Sempat AP menegur wartawan Harian SUMUT24 sebanyak dua kali sapaan.

Banyak spekulasi pendapat di tengah masyarakat yang timbul terkait OTT yang di lakukan oleh Ditreskrimsus Poldasu. Menurut guru yang kebetulan ada dilokasi sehari sebelum nya satu di antara petugas sudah melakukan penyelidikan.

Saat dikonfirmasin kepetugas yang di maksud, dianya hanya tersenyum. Bahkan ketika di tanya keberadaan Ketua K3S yang notabanenya adalah selaku Kasek di sekolah seharusnya, berada di tempat terjadi OTT.

Menurut kabar yang berkembang di lokasi Kasek tersebut lagi di Stabat dan petugas sudah memintanya untuk merapat kelokasi, namun lama menunggu N selaku Ketua K3S tidak datang-datang.

Saiful Abdi, Kadis P Dan P Langkat ketika dikomfirmasi SUMUT24 sedang berada di Palembang mengikuti Bimtek. “Ya memang ada OTT di Gebang, namun tidak mengetahui siapa yang terkena OTT,” ujar Saiful Abdi lewat telp selulernya. (red/dedek akhyar/W05)

Loading...