Kuliner Nusantara, Gulaku Peduli Pelestarian Makanan Tradisional

Medan-SUMUT24
Gulaku sebagai salah satu produk nasional kebanggaan Indonesia, melirik pentingnya melestarikan kekayaan bangsa. Salah satunya terwujud dalam keanekaragaman kuliner Indonesia yang kaya akan cita rasa dan cerita. Untuk itu, Gulaku tergerak ikut melestarikan jajanan tradisional Indonesia melalui program ‘Jajanan Manis Bersama GULAKU’. Bentuknya, Gebrak Pasar Tradisional dan ke Komunitas Perempuan lainnya.

“Program ini berlangsung selama Mei-Agustus 2016 di sejumlah pasar tradisional Jabodetabek dan sejumlah pasar tradisional lainnya,” ujar Communication Officer Gulaku Fiter Cahyono, Senin (16/5).

“Ini merupakan kepedulian Gulaku untuk ikut ambil bagian dalam melestarikan warisan kuliner asli Indonesia agar tidak pudar diterjang serbuan makanan internasional,” jelas Fiter. Makanan tradisional yang akan dipromosikan antara lain, kue mata kebo, amparan tatak, kue sikaporo, putri kandisi, kue awuk-awuk, kue lumpang, lapek bugis, dan lain-lain

Hampir setiap daerah memiliki penganan khas. “Masyarakat harus digelorakan untuk mengonsumsi jajanan milik sendiri, di tengah MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), kuliner warisan leluhur dapat bersaing dengan makanan asing lainnya. Jajanan tradisional tidak sekadar nikmat dan mengenyangkan, namun mengandung filosofi adiluhung,” tutur Fiter Cahyono

Lebih jauh Fiter Cahyono mengungkapkan, tujuan program ini adalah untuk melestarikan jajanan tradisional Indonesia dan mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan menghargai kuliner nusantara yang tidak ternilai harganya agar tetap hidup ditengah masyarakat Indonesia sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari budaya luhur bangsa.

Gulaku Peduli

Dengan maraknya berbagai jajanan modern yang tersedia saat ini, Gulaku percaya bahwa kuliner Indonesia harus mendapatkan tempat yang sejajar bahkan lebih tinggi dari jajanan populer lainnya yang berasal dari luar negeri.

Maka dari itu, Gulaku mengajak segenap elemen masyarakat bergandeng tangan terus menghidupkan makanan tradisional. Kondisi seperti ini menjadi tantangan jajanan tradisional untuk bisa tetap menunjukkan eksistensinya. Melestarikan budaya kuliner asli Indonesia harus diturunkan dari generasi ke generasi.

Sehubungan dengan itu, promosi diharapkan merata keseluruh kalangan dan akan dimulai dari kaum perempuan, khususnya Ibu-Ibu, sebagai agen penggerak pelestari kuliner Nusantara untuk lebih memperkenalkan jajanan manis khas Indonesia yang terkenal dengan cita rasanya kepada keluarga.

Selain itu, memilih bahan pangan yang berkualitas dan alami akan menghasilkan kue bercita-rasa sempurna, aman dikonsumsi, dan penampilannya pun cantik sehingga menggugah selera. Target utama program ini adalah seluruh lapisan masyarakat Indonesia khususnya Ibu-ibu. Karena merupakan influencers paling efektif dalam keluarga dan masyarakat sekitar.

Program “Jajanan Manis Bersama Gulaku” juga dipersembahkan sebagai bentuk kepedulian  kepada para mitra di pasar tradisional. Sebagai “Gula Rakyat”, Gulaku ingin mendorong ibu-ibu untuk kembali ke pasar tradisional melalui program Grebek Pasar dalam bentuk demo masak jajanan khas tradisional, kompetisi memasak antar komunitas ibu-ibu, dan kampanye untuk membeli produk lokal berkualitas. Jadi, ini juga  sekaligus turut mendukung program pemerintah “Gerakan Ayo Kembali ke Pasar Tradisional. (rel/R03)