KPw BI Sumut Terus Tingkatkan Program Digitalisasi Tahun 2022, Pemprovsu Apresiasi Pertemuan Tahunan BI

237
Kepala KPw BI Sumut Soekowardojo kepada wartawan usai pelaksanaan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2021 dengan tema “Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi”, di Ballroom Hotel Adi Mulia Medan, Rabu (24/11).

Medan I Sumut24.CO
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut (KPw BI Sumut), Soekowardojo memastikan bahwa Bank Indonesia Sumut akan terus meningaktkan program digitalisasi di Sumut pada tahun 2022 medatang. Sehingga perekonomian Sumut semakin membaik dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Hal itu disampaikan Kepala KPw BI Sumut Soekowardojo kepada wartawan usai pelaksanaan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2021 dengan tema “Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi”, di Ballroom Hotel Adi Mulia Medan, Rabu (24/11).

Lebih lanjut dikatakan Soekowardojo, Bank Indonesia akan terus meningkatkan program digitalisasi, sehingga Sumatera Utara bisa keluar pandemi dan ekonomi Sumut terus bangkit.

Nanti diawal Desember 2021 ini, ujar Soekowardojo, Bank Indonesia Sumut akan meluncurkan BI-FAST. BI-FAST merupakan infrastuktur SP ritel yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel menggunakan berbagai instrumen dan kanal pembayaran yang dapat dilakukan secara real time dan 24/7.

Dalam waktu dekat ini atau di bulan Desember nanti, Bank Indonesia kami akan meluncurkan sarana infrastruktur pembayaran yang kami sebut BI-FAST. Sistem pembayaran ritel yang tentu saja merupakan masa depan Indonesia. BI-FAST bekerja tidak pernah berhenti, 24/7.

“Nanti tak ada lagi uang yang masuk harus jam 1 atau jam 2, tapi semua berjalan dengan real time dan 24/7,” ujarnya.

Masih dikatakan Soekowardojo, kedepannya program digitalisasi ini akan melibatkan UMKM. Sehingga perkembangan UMKM di Sumut semakin maju.

Hal ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang mewajibkan perbankan melibatkan UMKM, sehingga dapat mendorong UMKM naik kelas.

Kedepannya, BI Sumut sangat mendukung hilirisasi perkebunan di Sumut. “Kita baiknya beralih mengekspor bahan-bahan CPO ke yang sudah jadi atau setengah jadi, Kita juga berterimakasih dengan beroperasinya Sei Manke yang sudah melakukan ekspor produk-produk dari Sumut keluar negeri,” ujar Soekowardojo.

Masih semutnya, kedepan kita juga mengharpakan keterlibatan pihah swasta dalam memajukan Sumut.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provsu, Arief Sudarto Trinugroho yang mewakili Gubsu pada pertemuan tersebut mengatakan, Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) merupakan kegiatan yang sangat positif dan dinanti-nantikan.

“PTBI ini selalu yang kita tunggu, karena di sini kita mendapatkan informasi bagaimana perkembangan ekonomi 2021 yang kita tahu dengan pandemi Covid ini terganggu. Ternyata negara kita di Indonesia dan Sumut bisa survive ditandai dengan triwulan II mulai tumbuh positif perekonomian kita,” ujar Arief Sudarto Trinugroho menjawab pertanyaan wartawan usai acara.

Selain itu, pihaknya juga mengucapkan terimakasih atas kolaborasi dan kerjasama yang baik antara Pemprovsu dengan Bank Indonesia. Karena begitu banyak kolaborasi kerjasama yang dilakukan sehingga Sumut banyak memperoleh penghargaan.

“Tahun ini kita meraih TPID Award sebagai provinsi terbaik dalam pengendalian Inflasi di Sumatera dan hari ini (Rabu-red) juga mendapatkan penghargaan sebagai daerah dengan implementasi QRIS terbaik di wilayah Sumatera. Ini tentunya tidak terlepas dari kerjasama antara Pemprovsu dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumatera Utara. Juga termasuk penghargaan North Sumatera Invest yang menarik para investor menanamkan investasinya di Sumut,” ujar Arief Sudarto Trinugroho. (R03)