Kota Medan Ranking Dua Peredaran Narkoba

MEDAN|SUMUT24
Kota Medan, Sumatera Utara selama ini kerap dijadikan sebagai lokasi transit peredaran narkoba dari Aceh dan Malaysia. Bahkan, kian hari, peredaran narkoba di Kota Medan semakin mengkhawatirkan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jendral Budi Waseso (Buwas) mengatakan, maraknya peredaran narkoba di Kota Medan membuat wilayah ini ‘naik kelas’. Kata Buwas, Kota Medan mengalahkan Surabaya dan kota lainnya.

“Sekarang Kota Medan rangking dua. Kota Medan berada di bawah Jakarta,” ungkap Buwas tersenyum, Senin (11/4) di lokasi pengungkapan 20 Kg sabu di perumahan City Residence Blok A-18, Jl Sempurna, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia.

Menurut Buwas, hingga April 2016, ada 41 jenis narkoba baru yang masuk ke Indonesia. 18 diantaranya sudah teridentifikasi. “Untuk narkoba jenis baru masih diperiksa di lab. Hasilnya belum bisa dijelaskan,” kata Buwas.

Ia mengatakan, BNN secara tegas tetap konsisten memberantas narkoba yang ada di Indonesia. Semua pihak akan dirangkul untuk sama-sama memerangi narkoba ini.

Sementara diperoleh data, peredaran dan pengguna narkotika di Sumut terus meningkat sejak tahun 2013 hingga 20 persen.

Peningkatan pengguna dan peredaran narkotika tersebut dirangkum berdasarkan jumlah kasus dan tersangka yang diamankan Poldasu dan jajarannya sejak tahun 2013 hingga saat ini.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan, rangkuman penangkapan yang dilakukan dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan penggunaan narkotika di wilayah Sumut.

“Ini terungkap dari jumlah tersangka yang ditangkap dan jumlah kasus yang diungkap Poldasu dan jajarannya,” ujarnya.

Pada tahun 2014, jumlah pengguna narkoba yang diamankan 4.828 orang dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 93,21 kg sabu-sabu. 2,138,51 kg ganja, 275 biji ganja, 110.022 ekstasi dan 6.743 pil happy five.

“Jika dibuat grafik tingkat penggunaan narkotika sejak tiga tahun terakhir, terjadi peningkatan pengguna narkotika sebanyak 20 persen setiap tahunnya. Kesimpulan ini tidak bersifat final jarena dasarnya jumlah dan barang bukti yang diamankan.” jelasnya. (BS)