Korban Penganiayaan Tiga Pelaku yang Ditangguhkan Penahanan Oleh Polres Samosir Akan Datangi Propam Polda Sumut

MEDAN | SUMUT24.co
Junpaider Simanihuruk dan Kartono Simanihuruk keduanya warga Lumban Ganda, Desa Lumban Suhisuhi Dolok, Kecamatan Pangururan, dalam waktu dekat ini akan mendatangi Polda Sumatera Utara (Polda Sumut).
Menurut keduanya, kedatangan mereka ke Mapolda Sumut, tidak lain untuk mempertanyakan proses hukum yang ditangani pihak Polres Samosir terkait penangguhan penahanan 3 (tiga) orang pelaku penganiayaan secara bersama sama yakni, Edison Turnip disebut sebut Oknum Kades, Ismanto Nainggolan dan Tommy Sinaga yang sebelumnya telah ditetapkan tersangka dan telah dilakukan penahanan.
“Kami berencan pada hari, Senin (18/72022) akan datang ke Polda Sumut untuk melaporkan ke Bid Propam Polda Sumut terkait proses penangguhan tiga orang pelaku yang telah dilakukan penahana oleh pihak Polres Samosir. Apabila ada kejanggalan proses hukumnya, pihak Polres Samosir kita propamkan,” ucap Junpaider dan Karto, Jumat (15/7/2022) siang kepada wartawan.
Sementara, Irwan Sitanggang selakau Kuasa Hukum, Junpaider Simanihuruk (korban/pelapor) yang dihubungi wartawan, Jumat (15/7/202) via selulernya membenarkan pernyataan kedua klien nya yang telah menjadi korban keberingasan para pelaku.
“Kedatangan klien saya ke Bid Propam Polda Sumut nantinya adalah bentuk ketidak puasan dari proses penanagan kasus penganiyaan tindak pelanggaran hukum sesuai KUHPidana 170 oleh tiga orang tersangka,” ucap Irwan Sitanggang.
Masih dijelaskan Irwan Sitanggang, penangguhan diberikan pihak Polres Samosir terhadap tiga orang tersangka pelaku penganiayaan yang telah ditahan dinilai “Subjektif”.
“Artinya, dalam perkara penanganan kasus penganiayaan terhadap klien saya yang ditangani penyidik Polres Samasoir atas dasar dari melihat orangnya dan siapa orangnya yang mau ditangguhkan. Jadi saya menilai Polres Samosir subjektif,” ungkap dikatakan Irwan Sitanggang.
Dibeberkan Kuasa Hukum korban (palapor), alasan dirunya mengatakan subjektif, selama menangani perkara dipolres Samosir, dirinya pernah juga mengajukan penangguhan penahanan  terhadap klien nya beberapa waktu lalu yang telah ditetapkan sebagai tersangka, namun pihak Polres Samosir tidak mau memberikan penangguhan.
“Karena Polres Samosir tidak mau menangguhkan, akhirnya saya melakukan praperadilan dan disitu saya menang (prapid). Padahal kasus itu kasus KUHPidana 351, ayat 1, dimana pelakunya hanya satu orang. Sedangkan perkara yang saya tangani terhadap klien saya saat ini KUHPidana 170. Menurut KUHAP pada pasal 56 itu, harus ada pengacara untuk mendampingi disaat pemeriksaan, kenapa itu ada? berarti kasus ini adalah kasus berat. Nah, akan tetapi mengapa Polres Samosir bisa menangguhkan perkara 170 ini. Sedangkan pelakunya masih ada yang lain, Artinya penyidik Polres yang menangani ini, sudah memberikan peluang kepada pelaku-pelaku yang lain untuk mengaburkan perkara ini,” ungkap Irwan.
Lanjut diungkapkan Irwan Sitanggang, kita menduga dalam penangan perkara KUHPidana 170 yang dialami klien nya (korban) penganiayaan pelaku secara bersama sama oleh tersangka terkesan ada unsur pemberian upeti terhadap oknum di Polres Samosir. Sehingga, ketiga pelaku mendapat dan diberikan penangguhan, pungkas dikatakan Irwan Sitanggang.
“Untuk proses selanjutnya yang akan kita laporkan/adukan ke Bid Propam Polda Sumut adalah oknum penyidik di Polres Samosir dan apabila nantinya ada keterlibatan oknum pejabat teras di Polres Samosir, sebagai kuasa hukum kita tetap menuntut keadilan sesuai hukum dan undang undang yang berlaku,” tegas Irwan Sitanggang.
Terkait kasus penganiayaan dilakukan para pelaku ini, menurut informasi yang dihimpun wartawan, disebut sebut adanya oknum pejabat di Pemkab Samosir dan oknum pejabat di salah saru Dinas Pemkab Samosir yang disinyalir turut serta ikut mengajukan penangguhkan para pelaku ke pihak Polres Samosir.
“Turut andilnya menangguhkan para pelaku karena salah satu pelaku penganiayaan tersebut ada hubungan keluarga dengan oknum pejabat Pemkab Samosir berinisial HR S. Sedangkan keterlibatan oknum pejabat di Dinas Pemkab Samosir berinisial LP disinyalir atas perintah oknum pejabat di Pemkab Samosir berinisial HR S. Sebab, oknum pejabat Dinas Pemkab Samosir (LP) ada hubungan baik dengan Kapolres Samosir AKBP Joshua Tampubolon,” terang sumber kepada wartawan.
Sementara, kedua oknum pejabat dimaksud saat dikonfirmasi untuk mengklarifikasi info kebenaran atas dugaan keterlibatan penangguhan kepada para pelaku saat dihubungi via seluler medsos WhatsApp hanya dijawab oleh oknum pejabat dinas Pemkab Samosir berinisial LP.
“Melalui WhatsApp tak etis saya rasa bapak mau konfirmasi sama saya. Silahkan aja ketemu kita pak. Tks,” kata LP menjawab.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Natar Sibarani kepada wartawan saat diruang kerjanya, Senin 27 Juni 2022 lalu kepada wartawan menjelaskan bahwa proses penanganan kasus itu sudah sesuai prosedur.
“Itu masih kita dalami, tapi yang udah pasti yang sudah kita amankan itu ada tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yang sudah kita periksa itu udah tujuh orang. Pelaku utamanya adalah yang tiga orang itu,” ujarnya.
Tentang penangguhan yang dilakukan terhadap tiga orang tersangka, ia menyebutkan itu sudah sesuai dengan prosedur. “Itu kan diatur dalam KUHAP. Syaratnya untuk dilakukan penangguhan penahanan itu, bahwa, penyidik itu mempunyai keyakinan untuk tidak dilakukan penahananya, karena syaratnya disitu tersangkanya tidak akan melarikan diri, tidak merusak barang bukti, dan tidak melakukan tindak pidana lain,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskanya, bahwa yang ditangguhkan itu adalah orang yang melaksanakan tugasnya sebagai aparatur negara. Namun harus dibuat surat permohonan dari keluarga, surat pernyataan, dan surat jaminan. Dan surat permohonan penangguhan itu diketahui langsung oleh Camat Pangururan.
Ketika ditanya, apa kemungkinan ada pelaku lain selain yang tiga orang itu, Natar Sibarani mengatakan, akan melakukan penyelidikan lebihlanjut. “Mereka (tiga orang pelaku) mengaku hanya mereka yang melakukan. Namun kita tetap melakukan penyelidikan, siapa saja yang melakukan penganiayaan. Karena  Korbanpun yang kita tanyakan,mereka hanya menyebutkan yang tiga orang ini,” katanya.
Menurutnya, ini merupakan kasus yang tergolong sedang. Natar berpesan kepada korban agar bersabar mengikuti proses hukum yang sedang dilakukan polres Samosir. “Kepada korban! kita melakukan penangguhan penahanan sesuai dengan prosedur, tapi bukan berarti berkasnya itu kita hentikan, namun kita lanjutkan ke kejaksaan untuk dipersidangkan di pengadilan. Harap kepada korban, bersabar menunggu, karena kita juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut lagi, dan dalam minggu ini berkas kita sudah kita limpahkan ke kejaksaan,” tutupnya.(W02)