Kopertis Minta Unpab Pikirkan Sumut Dian Armanto : ” Jangan Bercita-cita Jadi Rektor “

Medan | SUMUT24
Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Sumatera Utara (Sumut) Prof Dian Armanto meminta Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) memikirkan Sumut dengan membuka berbagai program studi (prodi) Starata dua (S2) hingga Starata Tiga (S3) atau doktor yang dibutuhkan daerah ini.
Dengan demikian, sumber daya manusia Sumut akan meningkat dan pada gilirannya akan menghasilkan manusia kreatif dan inovatif.
“Ayo kita pikirkan Sumut ini, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat,” kata Prof Dian saat menyampaikan arahan pada acara Desiminasi Kegiatan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dan Kopertis Wilayah I Sumut, di ruang seminar Gedung A Kampus Utama Unpab, Jalan Gatot Subroto km 4,5 Sei Sikambing Medan, Rabu (13/1).
Hadir dalam acara itu, Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE, MM diwakili Rektor I Ir Bhakti Alamsyah MT, PhD, Rektor II Dra Irma Fatmawati SH, MHum, Rektor III Samrin SE, MM, para dekan dan ketua prodi di lingkungan Unpab, Kepala Kantor Jaminan Mutu (KJM) Unpab Najla Lubis, ST, M.Si, para staf dan dosen Unpab.
Kopertis kemudian mengimbau Yayasan Prof Dr H Kadirun Yahya sebagai pengelola Unpab, jika mengirim dosen untuk kuliah program doktor (S3) jangan hanya satu – dua orang, tapi sedikitnya enam orang. Lalu setelah empat tahun mereka pulang membawa gelar doktor, langsung buka prodi S2 dan S3.
“Jika itu bisa tercapai, mimpi Unpab meraih nilai A akreditas institusi perguruan tinggi (AIPT) bukan lagi sekadar mimpi, tapi akan menjadi kenyataan. Ini sekaligus mempercepat peningkatan kualitas SDM Sumut,” tegas Guru Besar Unimed ini.
Kopertis juga mengingatkan civitas akademika Unpab agar jangan bercita-cita menjadi rektor, dekan apalagi ketua prodi, tapi bercita-citalah menjadi guru besar (profesor). Sebab dengan guru besar kesempatan untuk jadi rektor dan dekan akan datang.
“Kalau sudah guru besar, tawaran akan datang dari sana-sini. Maka lanjutkanlah pendidikan hingga S3 dan berkaryalah hingga meraih guru besar. Sebab jabatan rektor dan dekan itu hanya tugas tambahan sebagai dosen,” ucap Dian memotivasi.
Di sisi lain, Dian menyatakan bangga atas upaya-upaya Unpab dalam meningkatkan kualitasnya menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) sehat. Sebab, dari 273 PTS di Sumut, hanya 84 yang kategori sehat. “Saya sangat menghargai Unpab yang terus memikirkan dan berupaya menjadi PTS terbaik di Sumut. Dengan upaya ini, saya berharap dalam jangka panjang Unpab akan menjadi perguruan tinggi berkelas dunia,” kata Dian.
Dalam kesempatan itu, Rektor Unpab diwakili Rektor I Ir Bhakti Alamsyah MT, PhD mengatakan kegiatan desiminiasi ini untuk merumuskan pola yang menjadi acuan meningkatkan kulitas Unpab yang bermuara pada peningkatan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unpab.
Saat ini, katanya, Unpab masih nilai B akreditasi AIPT dan semua prodinya juga terakreditasi B.
“Desimininasi ini acuan kita dalam melakukan proses menuju akreditasi A. Karena proses tidak boleh musiman (antara), tapi harus berkesinambungan,” kata mantan Dekan Fakultas Teknik Unpab ini.
Dengan proses itu, tambahnya, dalam lima tahun ke depan Unpab menargetkan semua prodi terakreditasi A sebagai syarat untuk meraih nilai A AIPT. Unpab juga tengah melaksanakan program menju world class university yang ditagetkan tercapai 2033.
“Selain itu, Unpab tengah menuju Kampus Tamaddun Mandiri, yakni kampus yang berbudaya, seperti menerapkan budaya hemat energi, aman, bersih dan hijau dan melestarikan budaya lokal,” tandas Bhakti.
Desmininasi menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar kampus Unpab. (evt)