Komisi VII Bahas Krisis Gas dan Listrik Sumut

MEDAN | SUMUT24
Plt Gubsu Sumut H T Erry Nuradi meminta pemerintah pusat bisa menurunkan harga gas industri di Sumut sehingga dibawah US$10 per juta British Thermal Unit (MMBTU).
“Gas urat nadi pertumbuhan ekonomi Sumut, harga gas mahal industri juga tidak miliki daya saing,” ujar Plt Gubsu di hadapan anggota Komisi VII DPR RI di Kantor Gubsu, Senin (21/3).
Pertemuan dalam rangka reses masa persidangan III Tahun Sidang 2015-2016, Komisi VII DPR RI Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Riset dan Teknologu dan Diktu, Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Sumut yang berlangsung pada 20-23 Maret 2016. Hadir Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu yang didampingi anggota yaitu Donny Maryadi Oekon (PDIP), Yulian Gunhar (PDIP), Adian Yunus Yusak Napitupulu (PDIP), Eni Maulani Saragih (P.Golkar), Gito Ganinduto (P.Golkar), Satya Widya Yudha (P.Golkar), Ramson Siagian (P.Gerindra), Bambang Haryadi (P.Gerindra), Adji Farida Padmo Ardans (P.Demokrat), Andriyanto Johan Syah (PAN), H Agus Sulistyono (PKB) dan
H Isqan Qolba Lubis (PKB).
Dalam kesempatan itu, hadir juga unsur DPRD Sumut, Dirjen Migas, Dirjen Ketenagalistrikan, Dirjen Minerba, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kementerian Ristek dan Dikti, PT Pertamina, PT PLN, PT PGN, PT Inalum, BPH Migas dan SKK Migas serta intansi terkait.
Erry dalam kesempatan itu menekankan bahwa percuma saja pemerintah mendorong investasi seperti membangun Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei dan Kawasan Strategis Nasional
seperti Danau Toba, dan KSN lainnya apabila persolan energi gas dan listrik masih menjadi kendala. “Kita berharap ada jalan keluarnya, karena persoalan ini sudah begitu lama,” ujar Erry.(Ism)