Komisi III Minta Poldasu Ungkap Pembunuh Jamaluddin dan Golfrid

816

 

Medan I SUMUT24
Komisi III DPR RI meminta Polda Sumut dan Polrestabes Medan untuk segera melakukan pengungkapan siapa dalang pembunuhan Hakim Jamaluddin dan Aktivis Lingkungan Golfrid Siregar yang terjadi kemarin. Sebab, hingga kini, kedua kasus kematian ini belum terungkap siapa dalang pelakunya.

Penegasan itu disampaikan Ketua tim Mufachri Harahap saat memimpin Sembilan orang anggota Komisi III DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Poldasu Sumut, Rabu (4/12/2019) siang.

Selain itu ujar Mufachri Harahap mengakui, selain kematian Hakim Jamaluddin, kematian Penggiat Lingkungann Golfrid Siregar, juga kasus penemuan bangkai babi di sungai dan kasus-kasus lainnya juga sangat penting dibahas tapi dalam pembahasannya tadi kurang spesifikasi.

“Tidak spesifik soal itu, kita mendapatkan penjelasan kasus penemuan mayat di kebun sawit di Kutalimbaru. Tidak ada hal spesifik. (Tapi) pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polda Sumut sudah lakukan upaya maksimal. Saya kira potensi ganguan keamanan bisa dideteksi sejak dini sehingga hal-hal tidak diinginkan bisa diantisipasi sejak awal,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana menegaskan, terbunuh saudara kita hakim PN Medan Jamaluddin dan aktivis lingkungan Golfrid beberapa waktu lalu. “Ini belum selesai menjadi pembahasan kita. Kita meminta kepada Polda Sumut untuk segera mengungkap dan menyelesaikan kasus ini dengan baik,” tegasnya kembali.

Anggota Fraksi Partai Nasdem ini menyatakan agar pihak kepolisian bisa memberikan bantuan keamanan kepada hakim dan jaksa yang sedang menjalani persidangan kasus-kasus besar.

Eva Juliana mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai maraknya perkembangan jaringan terorisme di Sumut. “Aksi terorisme, kita minta Polda dan jajarannya bergandengan dengan semua stake holder di sini, dengan tokoh agama, tokoh masyarakat adat, dan lainnya,” sebutnya.

Ia menambahkan, hal penting lainnya yang dibahas adalah pengamanan jalur distribusi bahan pangan bahan pokok dalam merayakan natal dan tahun baru agar tercukupi dengan baik, agar harganya stabil.

Sedangkan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menuturkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait tewasnya Humas PN Medan Jamaluddin yang ditemukan di dalam mobil Toyota Prado BK 77 HD miliknya yang menabrak satu pohon sawit di perkebunan sawit Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Kapoldasu mengatakan, tim dari Ditkrimum dan Polrestabes Medan sedang bekerja untuk mengungkap kasus tewasnya Humas PN Medan Jamaluddin ini. “Mohon doa restu. Kedatangan pihak komisi III DPR RI juga ke sini untuk mempertanyakan masalah itu. Dan mereka berharap kasus ini segera terungkap,” katanya.

Orang nomor satu di Mapoldasu ini menyatakan sudah 22 Saksi yang diperiksa. Mengenai apakah pelaku pembunuhan merupakan orang suruhan, orang nomor satu di Polda Sumut ini menyatakan belum sampai ke tahap itu.

“Kita kalau menduga orang sebagai pelaku kan tidak boleh gegabah. Kita dalami semua alibi. Kita periksa semua alat bukti yang ada dan mohon doa restu mudah-mudahan segera kita ungkap pelakunya,”terang pria dengan bintang dua dipundaknya ini.

Ia mengaku, menurut hasil pemeriksaan labfor kalau Jamaluddin sudah meninggal sekitar 12 sampai 20 jam sebelum autopsi. “Jadi saat diperiksa mayat sudah kaku, sudah mulai lemas kembali dan sudah mulai lembab dan mengarah sudah mulai membusuk atau mengalami pembusukan. Artinya korban sudah meninggal antara 12 sampai 20 jam,” jelas mantan Wakapolda Sumut ini.

“Kita akan runut dari sana, pelan-pelan,” ujarnya saat ditanya berarti sudah mendekati titik terang perihal korban meninggal antara rentan waktu 12 sampai 20 jam.

Sedangkan pengamanan Natal dan tahun Baru maupun lebaran merupakan hal rutin, karena rawan atas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Namun begitu ia berharap, pengamanan yang dilakukan bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat, tidak hanya bagi yang merayakan Natal dan Tahun Baru, tetapi seluruh warga Sumut.

“Setiap tahun akan dihadapi, harapannya semakin baik. Beliau ngecek ke sini kan terkait kejadian di Polrestabes Medan,” imbuhnya.

Terkait bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Agus mengaku bahwa 1 orang tersangka dibawa ke Jakarta. Sedangkan sejauh ini pihak kepolisian sudah mengamankan sebanyak 36 pelaku, dimana 3 di antaranya meninggal dunia dan 4 orang dilepaskan karena tidak cukup bukti. “Jadi 28 tersangka dalam proses penyidikan dan 1 dibawa ke Jakarta,” katanya

Namun demikian, Agus tidak merinci siapa saja yang dipulangkan maupun yang dibawa ke Jakarta. Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pendalaman, sehingga bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat di Sumatra Utara. (W05)

Loading...