KOLABORASI MEDAN BERKAH, SEBUAH EKSPEKTASI WARGA KOTA

Suwandi Purba/ist

Medan – Halomedan.co
Apa yang menjadi ekspektasi warga Medan ketika Bobby Nasution terpilih dan dilantik menjadi Wali Kota Medan ?
Jawabnya pasti beragam. Namun sepertinya ekspektasi warga tak jauh dari tagline yang disodorkannya di masa kampanye yakni “Kolaborasi Medan Berkah”.

Betul, tim Bobby sangat tepat menyodorkan Kolaborasi Medan Berkah. Ada tawaran yang menggiurkan di tagline tersebut. Jika sosok Bobby (meski belum punya pengalaman yang cukup, terhitung belia), sebagai menantu Presiden RI Jokowi, maka jika terpilih menjadi wali kota, apa yang tak bisa dilakukan di Medan.

Status menantu presiden tentu menguntungkan Bobby karena ia serta merta memiliki link dengan kementrian dan itu adalah modal besar mewujudkan kolaborasi Medan Berkah. Hotline dengan pejabat utama kementrian, TNI dan Polri diyakini bakal mengubah Kota Medan secara radikal.

Julukan Medan kota sejuta lubang praktis pupus dalam kurun memasuki tahun kedua kepemimpinannya. Jalan protokol berstatus jalan propinsi maupun jalan nasional bisa dibilang sudah mulus. Jalan kota antar kecamatan hingga jalan-jalan antar gang, juga sudah relatif baik.

Penanganan banjir meski belum optimal namun bisa dirasakan warga telah dicoba dikendalikan Pemko melalui revitalisasi drainase yang dilakukan secara masif.

CCTV juga sudah terpasang hampir di seluruh persimpangan jalan strategis. Sebuah pencapaian yang mungkin saja tak akan bisa terwujud andai bukan Bobby yang menjadi wali kota.

Kinerja dinas dan badan di lingkungan Pemko Medan saat ini bolehlah disebut “lari 80”. Semua terkesan on the track karena praktis bekerja sesuai tupoksi, tanpa harus terganggu dengan “setoran” atau “senggolan” oknum OKP, maupun oknum aparat yang meminta jatah proyek ini itu.

Teranyar, Merdeka Walk akan direvitalisasi bersama kawasan Kesawan dan menjadi bagian dari mewujudkan “Medan Kitchen of Asia” yang digaungkan Bobby di masa kampanye maupun di awal kepemimpinannya.

Belum diketahui berapa besar anggaran merevitalisasi Merdeka Walk dan Kesawan, serta berasal dari dana APBD kota, provinsi atau kah pusat. Namun sudah pasti jika terwujud kawasan pusat jajanan dan makanan dimaksud sebagai Medan Dapurnya Asia, sudah barang tentu membawa keberkahan bagi warga Medan. Akan tersedot ribuan pekerja dan membuka peluang usaha bagi UMKM maupun jasa angkutan online.

Tak sebatas itu saja, ekspektasi warga akan Medan Berkah di bawah kepemimpinan Bobby Nasution sepertinya kini datang dari para tenaga honor/alih daya yang jumlahnya mencapai 9.000 an lebih. Mereka ini sebagian telah ada yang bekerja 10 tahun lebih, namun karena regulasi yang ada tak bisa diangkat otomatis menjadi ASN seperti di era sebelum Presiden Jokowi.

Namun kini Kemenpan RB telah memberi peluang dan opsi bagi pemerintah daerah untuk menaikkan status pegawai honor, diprioritaskan menjadi ASN atau PPPK dengan melalui ujian serta persyaratan yang ditetapkan.

Limit yang diberikan hingga September 2023 untuk menyelesaikan pengalihan tenaga honor ini. Bagi ribuan tenaga honor/alih daya/kontrak yang tersebar di sejumlah dinas dan badan di jajaran Pemko Medan tentu ekspektasinya sangat besar bahwa Wali Kota Bobby Nasution akan mampu memperjuangkan alokasi ke pusat agar seluruh tenaga honorer yang telah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi ASN atau PPPK.

Apalagi pemerintah akan menggelar rekrutmen CPNS dan PPPK 2022 dengan jumlah sebanyak 1.086.128 orang.
Rekrutmen ASN tahun ini, akan lebih diprioritaskan untuk formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Formasi PPPK 2022 akan dibagi menjadi dua kebutuhan, yaitu pusat sebanyak 93.554 orang dan daerah sejumlah 942.257 orang.
Kolaborasi Medan Berkah sepertinya menjadi sebuah ekspektasi di hari ulang tahun Kota Medan ke 432, pada 1 Juli 2022, bagi ribuan tenaga honorer Pemko Medan untuk bisa menjadi ASN atau PPPK.

Dan ini bisa menjadi momentum monumental bagi Bobby Nasution jika dirinya bisa mengusulkan seluruh tenaga honorer yang ada di jaharannya, untuk ikut ujian menjadi ASN atau PPPK. Apalagi persyaratannya tak sulit, cukup dengan menyusun formasi kebutuhan dan keberadaan tenaga honorer yang telah berkarya. Jika itu terwujud maka Medan Berkah di bawah kepemimpinan Bobby Nasution adalah sebuah kenyataan. red/ag – (oleh Suwandi Purba)