KM Lestari Maju Tenggelam Bersama Uang Rp30 Miliar

205

 

SULAWESI I SUMUT24

Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Selayar harus merasakan uang gaji ke-13 yang bernilai Rp 30 miliar turut tenggelam bersama KM Lestari Maju.

Kapal Motor (KM) Lestari Maju dikabarkan tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7) siang.

“Betul dari Jakarta ke Pontianak. Tapi saya tidak bisa jelaskan soal itu, bukan kewenangan saya,” ujarnya. Menurut Abidin, keputusan atas perubahan tersebut adalah wewenang dari DKI dan Syahbandar 1.

Saat dikonfirmasi mengenai proses perubahan menjadi kapal penumpang, Kepala Syahbandar Bulukumba, Zainuddin, menyebutkan bahwa tidak ada masalah mengenai status kapal tersebut.

Pasalnya, KM Lestari Maju telah memenuhi prosedur dan memiliki sertifikat kapal penumpang. “Siapa yang bilang begitu, KM Lestari punya sertifikat kapal penumpang. Kapal itu sudah beroperasi beberapa tahun di sini,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Fortanas (Forum Ketahanan Nasional) Selayar, Akbar Putra, mempertanyakan kelayakan kapal tersebut.

“Kapal KM Lestari Maju seharusnya tidak memuat penumpang rute Pamatata-Bira, atau Bira – Pamatata karena kapal lestari maju itu bukan kapal penumpang,” kata Akbar Putra, beberapa waktu lalu.

Menurutnya kapal tersebut merupakan kapal barang yang statusnya telah ditarik, sehingga KM Lestari Maju tidak layak untuk beroperasi.

Beratahan Seutas Tali

Detik-detik Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Lestari Maju sungguh mencekam.
KM Lestari Maju tenggelam, lantaran mengalami kebocoran pada lambung kapal di depan Ujung Pa’badilang, Kabupaten Selayar saat hendak berlabuh.

Dalam foto-foto yang tersebar di dunia mayat terlihat penumpang kapal berjuang untuk menyelamatkan diri saat posisi kapal sudah dalam keadaan miring.

Penumpang juga berupaya untuk tetap bertahan di seutas tali agar tetap berada pada sisi kapal. Sementara itu penumpang lainnya tampak bertahan di bagian sisi kapal yang hendak tenggelam. Berdasarkan video yang dibagikan tampak para penumpang berupaya untuk memakai life jacket yang disediakan.

Masing-masing penumpang dibagikan satu persatu life jacket. Situasi saat itu sangat mencekam, para penumpang panik dan berusaha agar tetap selamat dari kapal yang tampaknya mulai tenggelam.

Namun sebagian lagi berusaha untuk tenang dan tetap duduk di kursi penumpang. Mereka tidak memakai life jacket, namun sepertinya diliputi perasaan ketakutan.

6 Nyawa Melayang

Peristiwa karamnya KM Lestari Maju diantara Pulau Pasi dan Pelabuhan Pamatata, Selayar menelan enam korban jiwa. Hal tersebut disampaikan Komandan Pos Jaga Pelabuhan Bira, Andi Abidin, Selasa (3/7).

“Untuk saat ini tim di sana masih melakukan evakuasi, namun untuk info terakhir yang kami terima, saat ini telah ada enam korban jiwa,” tuturnya.

Sayangnya, Abidin belum dapat menginformasikan secara pasti mengenai identitas para korban tersebut.

Uang Rp30 Miliar Tenggelam

Beredar kabar, KM Lestari yang membawa 48 kendaraan dari Bulukumba ke Selayar salah satunya merupakan mobil operasional Bank Sulselbar. Di mana mobil tersebut membawa gaji 13 Aparatur Sipil Negara (ASN) senilai Rp 30 miliar.

Pemimpin Group Treasury Bank Sulselbar, Irmayanti Sultan jumpar pers yang digelar di lantai 4, Ruang Humas Bank Sulselbar, Jl Ratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan.

Atas insiden tersebut, Pemimpin Group Treasury Bank Sulselbar, Irmayanti Sultan menegaskan tidak menghawatirkan kejadian tersebut.

Hal ini disampaikan melalui jumpa pers yang digelar di lantai 4, Ruang Humas Bank Sulselbar, Jl Ratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Total uang yang ikut tenggelam sekitar Rp 30 Milliar, uang tersebut akan dipergunakan untuk pembayaran gaji ASN di Selayar, namun uang tersebut telah kami asuransikan semuanya,” katanya.

Dikatakannya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi saat ini, pihak Bank Sulselbar selalu mencover dengan asuransi agar selalu aman. (red)

SHARE