Ketua IKA PMII Sumut : Jika Kader kehilangan rasa makà tindakannya pasti diluar dari ketentuan

333

MEDAN I SUMUT24.co
Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut Ance Selian mengatakan,  Kaderisasi PMII adalah  suatu proses penanaman berbagai rasa hingga tumbuh kembangnya rasa dalam diri sebagai seorang kader, rasa kèperdulian, rasa menghormati, rasa sayang , rasa cinta, rasà persahabatan,  rasà menghormati, rasa malu, dan berbagai rasa yang hinggà mengkokohkan hubungan antara manusia dengan Tuhan hubungan sesama manusi dan hubungan dengan alam semesta.
Jika seorang kader kehilangan rasa makà tindakannya pasti diluar dari ketentuan yg menjadi sikap seorang kader, ungkapnya kepada Wartawan, Selasa (23/2). Menurut Komisaris Independen WIKA Gedung itu, Kalau sudah rasa sudah hilang, akan muncul anarkis, muncul kebencian dan rontoklah persahabatan akan mendominasi emosi dan egoistis,ucapnya.
Dikatakan Ance lagi,  Rasa akan selalu menjadi ciri khas kader dimanapun berada dan di level manapun, baik dalam dunia bisnis, usaha, birokrasi , politik,
maka jika seorang kader kehilangan rasa itulah yang sering kader menghambat kader dan kader membunuh kader, itulah akibat rasa yg hilang. Apalagi persoalan
Pembakaran ruangan kantor  PB PMII adalah masyalah besar yang tidak boleh dipandang spele, ini masalah serius,  dan harus di tuntaskan , perlu dikaji keanehan kader yang bertindak diluar kewajaran, Apakah seburuk itu akhlak kader pmii ? Ataukah ada motif lain ?. Jangankan antar sesama kader bahkan diluar kader juga kita dikenal yang sangat toleran, nasionalisme tinggi , cinta perdamain, 
Ciri kader PMII yang sangat toleran ini menjadi harga yang sangat mahal , dan selalu menjadi dambaan publik dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Sebelumnya oknum kader PMII Maluku membakar ruangan ketua PB PMII di Jakarta, Senin 22 Februari 2011.(red)