Kemajuan USU Butuh Dukungan Alumni

Oleh : H Syahrir Nasution

Rektor Univeraitas Sumatera Utara, DR Muryanto Amin . S. Sos, Msi. Pernah menyatakan dalam pertemuan dengan para Pengurus PP IKA USU di Grand City Hall Sabtu ( 20/11). Kemarin. Dalam hal ini ianya mengatakan, USU sedang menapak jajaran kampus dunia. Posisi USU di pemeringkatan dunia katanya berada 1200+ dengan target beberapa tahun kedepan tembus di pemeringkatan 500 , sesuai dengan target Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Salah satu, indikator yang ditentukan lembaga Pemeringkatan Dunia adalah : Employer Reputation Nilai dari Employer Reputation untuk mendongkrak peringkat USU di level International adalah 10%.

Bentuk dari Employer Reputation itu “ Persepsi dari Pengguna Lulusan .
Dalam hal ini sudah barang tentu berbicara tentang “ persepsi dari pengguna produk Ilmiah”, yang identik dengan kwalitas dari lulusan tersebut.

Curahan hati sang Rektor tersebut wajar wajar saja dikemukakannya kepada para Alumni USU, yang sudah begitu menyebar di segala elemen ataupun berbagai sektor lapangan kerja dengan berbagai level tingkatannya pula. Dari sudut ke Almamater annya, para Alumni USU sampai saat ini belum nampak secara signifikan “ Sense of Care” nya dalam bidang pengguna lulusan produk ilmiah nya, di karenakan mungkin selama inipun para Pimpinan USU sebelumnya hanya terbatas “ syoor sendiri “ dalam internal Kampus USU saja.

Berbicara tentang di butuhkannya Para Alumni terhadap Almamater nya itu “ siap atau belum siap” sebagai “ PANGGILAN ALMAMATER” semua harus dapat meningkatkan mutu dan Kwalitas lulusan , dengan syarat bukan untuk “ Pencitraan” dalam dunia akademis.

KETIKA ALMAMATER MEMANGGIL
Almamater secara arfiahnya ; adalah bermakna sebagai “ Ibu Susuan” ,yaitu diambil dari kebiasaan para orang tua di YUNANI dalam mengisi waktu luangnya untuk mengajak anak anak nya untuk mengunjungi tempat yang memilki “ Nilai Pendidikan”.

Waktu yang digunakan secara khusus untuk belajar, bagi anak anak mereka diserahkan dan dititipkan kepada seseorang yang dianggap bijaksana pada suatu tempat tertentu. Ditempat itulah dengan bimbingan orang yang bijaksana ( Pintar ) anak anak dapat belajar , bermain maupun berlatih untuk melakukan sesuatu sebagai bekal untuk menjalankan kehidupan nantinya setelah ianya dewasa. Tempat inilah yang menjadi tempat lembaga pengasuhan anak anak pada waktu senggang di luar rumah sebagai pengganti ayah dan ibunya. Hal ini lah yang disebut dengan “ SCOLA INLOCO PARENTIS”.

“ Almamater sering juga disebutkan sebagai “ ORANG TUA KEDUA” dalam pembentukan Character / Watak dalam beradaptasi untuk mengharungi kehidupan nyata dengan berbagai tantangan ( Challange) . Berbekal Ilmu dan Kepribadian yang sudah di tempa itulah menjadi “ modal utama” dalam mengharungi kehidupan untuk menggapai kesuksesan pada setiap tahapan yang akan dilalui.

Peran yang begitu besar yang dicurahkan oleh Almamater , membuat “ keterikatan moral”yang tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan para Alumninya.

Ketika Almamater “ Memanggil dan Memerlukan tenaga serta Pikiran” untuk kemajuan dan peningkatan kearah yang lebih baik , tidak ada alasan yang dapat dikemukakan dalam memehuni “ panggilan yang mulia tersebut”.
Dimana panggilan yang dilayangkan dan dilontarkan oleh : Rektor USU tersebut merupakan salah satu tindakan agar suatu proses pembentukan “ Character dan Keterampilan” untuk membangun PERADABAN DAN BERMARTABAT” itu tidak terhenti.

Apalagi pengabdian yang ditugaskan itu untuk membangun “ jiwa dan raga” pada suatu tempat sudah selesai dijalani, maka sudah sepantasnyalah untuk “ MEWAKAFKAN POTENSI” yang pernah dibekali oleh Almamater untuk dapat dimanfaatkan lebih OPTIMAL pada tempat yang membutuhkannya.

Tindakan yang bijak , apabila Almamater mampu “ memantau dan memonitor para Alumninya untuk “ rotasi profesi atau pengabdiannya”, apabila dimungkinkan pada tempat baru sebagai “ REFRESHING “ atau menciptakan “ nuansa kerja baru” agar lebih Optimal pemanfaatan Potensi Diri dan MENGEKSPLORE untuk Kebajikan serta Kemajuan anak Bangsa dan Negara ini.

– H. Syahrir Nasution , Gelar Sutan Kumala Bulan
– Managing Director : PECI Indonesia
– Alumni USU 1970 an