Kelestarian Hutan Menyangkut Hidup Semua Manusia

MEDAN | SUMUT24

Kelestarian hutan sangat penting sebab menyangkut hidup semua manusia di dunia ini, bukan saja manusia akan tetapi semua makhluk hidup tanpa terkecuali maka langkah pertama harus mengenal hutan secara baik dan benar. Bila telah mengenal hutan secara baik dan benar maka hutan dapat dilestarikan. Kelestarian hutan akan meminimalkan terjadinya bencana alam.

Hal ini dikatakan Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Universitas Muhammadyah Sumatera Utara (Faperta UMSU) Medan, Ir. Asritanarni Munar, MP, di Medan sehubungan dengan dilakukannya kunjungan lapangan sebanyak 405 orang mahasiswa Faperta UMSU Medan yang terbagi atas Program Studi Prodi) Agroekoteknologi, Agribisnis dan Ilmu Teknologi Pangan dan didampingi 22 dosen beserta para staf Fakultas Pertanian UMSU pada Selasa 17 Mei 2015 lalu ke Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Dijelaskannya penting bagi semua orang terutama para mahasiswa pertanian untuk mengenal hutan dan selalu berkeinginan melestarikan lingkungan karena lingkungan yang asri akan membuat kehidupan lebih baik.
Kunjungan lapangan yang dilakukan para mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan itu katanya sebagai penyempurna ilmu yang diperoleh di kampus.

Ditegaskannya kunjungan lapangan mahasiswa Faperta UMSU ke Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit yang masih asri dan hijau dahulu tahun 1914 merupakan cabang Kebun Raya Sibolangit didirikan J.A. Lorzing banyak aneka jenis flora dan fauna langka dan dilindungi oleh pemerintah serta bermanfaat untuk keperluan ilmu pengetahuan.

Flora yang banyak terdapat di kawasan Cagar Alam Sibolangit adalah pohon angsana (pterocarpus indicus), sono kembang (dalbergia latifolia), kelenjar (samanea saman), nyamplung (Calophyllum inophillum), meranti (shorea Sp), palem, pinang dan pohon lainnya. Selain itu ada tumbuhan merambat dan bunga bangkai (Amorphophallus titanium) yang hanya berbunga setiap lima tahun sekali yang perlu diketahui para mahasiswa pertanian.

“Kunjungan ke TWA Sibolangit para mahasiswa dapat melihat tentang hutan konservasi yang merupakan bukan hutan sembarang hutan,” kata Asritanarni Munar.

Para mahasiswa yang melakukan kunjungan itu diterima Kepala Resort Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, Dede Tanjung beserta puluhan staff yang mendampingi para mahasiswa melihat hutan konservasi.

Dede Tanjung dalam sambutannya mengatakan, kunjungan lapangan mahasiswa Faperta UMSU ke TWA Sibolangit satu langkah maju karena TWA Sibolangit memiliki fungsi strategis dalam pelestarian lingkungan hidup. Sebagai wujud usaha pelestarian fauna dan flora dan pelestarian sumber daya alam yang ada di dalamnya, dilakukan berbagai usaha pengawetan (konservasi) alam baik dalam bentuk hutan lindung, taman nasional, cagar alam, suaka marga satwa dan lain-lain sesuai dengan fungsinya.

Salah satu kawasan konservasi yang tertua di Indonesia adalah Cagar Alam Sibolangit masih terpelihara dengan baik terletak pada ketinggian antara 246-515 meter dari permukaan laut (mdpl). Secara geogarfis, kawasan Cagar Alam Sibolangit terletak diantara 30 17′ 50?-3: 18′ 39? LU dan 98: 36′ 0?-98: 36’36 BT.

Kunjungan lapangan para mahasiswa Faperta UMSU itu didampingi para dosen pendamping diantaranya Dr. Bambang SAS dan lainnya sebelum melakukan peninjauan ke hutan Wakil Dekan I Faperta UMSU, Ir. Asritanarni Munar, MP atas nama Dekan Fakultas Pertanian UMSU, Ir Alridiwirsah MM menyerahkan plakat Faperta UMSU sebagai Cenderamata yang diterima Kepala Resort Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, Dede Tanjung. (R.05)