Kejari Medan Siapkan BAP Tersangka Korupsi PDAM Tirtanadi Sumut

0
1161
ANDRI GINTING/SUMUT POSKondisi pengungsi yang berada di jambur Lige Kabanjahe

MEDAN | SUMUT24
Keluarnya hasil audit kerugian Negara dari tim auditor perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut sudah diterima Kejari Medan. Maka Kejari akan segera tuntaskan berkas untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan. Atas kasus korupsi kredit fiktif Koperasi PDAM Tirtanadi Sumut pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu (BSM KCP) Iskandar Muda senilai Rp 30 miliar tahun 2011-2012.

“Sudah kita terima audit kerugian negara pada akhir Desember 2015 lalu, dalam kasus korupsi kredit fiktif dengan kerugian negara sebesar Rp 2,9 miliar,” ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Medan, Haris Hasbullah kepada wartawan, Jum’at (8/1).

Haris menyebutkan para tersangka sudah mengembalikan sebagian kerugian negara, yakni Rp 1,2 miliar.”Namun, sisanya Rp 1,7 miliar. Tapi, kita pake kerugian negaranya secara komulatif sebesar Rp 2,9 miliar,” jelas Haris.

Begitu juga, penyidik tengah melakukan pemberkasan untuk para tersangka dan melimpahkan berkas perkara milik tersangka ke Pengadilan Tipikor Medan untuk segara diadili.”Segera kita tuntaskan semuanya dan segera juga kita limpahkan ke pengadilan,” tandasnya.

Dengan hasil audit kerugian negara ini, Haris menyebutkan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah agenda penyidikan dengan melakukan pemeriksaan para tersangka. “Dalam bulan ini juga untuk melakukan pemeriksaan tersangka,” cetusnya.

Untuk diketahui, penyidikan kasus ini sudah berlangsung satu tahun lebih. Namun, belum juga selesai proses penyidikannya. Ditanyakan soal itu, Haris mengatakan kendala adanya pada hasil uadit BPKP Sumut.”Mereka mempunyai auditor internal jadi dirapatkan kembali, sebelum hasil kerugian negera dikeluarkan,” ujarnya.

Dalam kasus ini, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “OJK juga sudah dipanggil. Sudah banyak dipanggil saksi-saksi,” ungkap mantan Kasi Pidsus Kejari Belawan itu.

Diketahui, Kejari Medan telah menetapkan 7 tersangka dalam kasus ini. Dimana, 3 tersangka dari Koperasi Karyawan (Kopkar) PDAM Sumut, yakni Ketua Kopkar PDAM Tirtanadi Sumut, Subdarkan Siregar dan Kepala seksi (Kasi) Pembukuan PDAM Tirtanadi Sumut, Suyamto dan Adi Wardiastuti selaku Bendahara Koperasi PDAM Tirtanadi Sumut

Kemudian 4 tersangka lagi dari BSM KCP) Iskandar Muda, yaitu Rudi Purwanto selaku Kepala BSM KCP Iskandar Muda, Adri Prasetyo selaku Marketing Support BSM, Bayu Yoga Wardana selaku Asisten Marketing BSM, dan Dimas Eko Prasetyo selaku Kasi Simpan-Pinjam BSM.

Dari ke 7 tersangka, salah satunya sudah ditahan dan sedang menjalani proses persidangan ditingkat banding di Pengadilan Tinggi (PT) Medan dalam kasus berbeda. Dia adalah Subdarkan Siregar yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana rekening air PDAM Tirtanadi.

Kasus ini terungkap dari investigasi tim kejaksaan ditambah masuknya laporan dari masyarakat. Modusnya dengan cara memalsukan tandatangan orang, seolah olah mengajukan permohonan kredit ke Bank Syariah Mandiri (BSM) di TA 2012.

Ke-44 orang dibuat seolah olah semuanya karyawan PDAM dengan bukti NIK (nomor induk karyawan) palsu, padahal tidak semuanya karyawan masuk koperasi. Pihak Bank sendiri tidak pernah bertemu dengan pemohon sebagai debitur.(iin)