Kecamatan Putri Betung Gelar MAD Tentang Inovasi Desa

32

Gayo Lues | Sumut24.co

Tim Pengerak Inovasi Desa (TPID)  Kecamatan Putri Betung bersama Camat dan pendamping desa yang turut dihadiri pengulu dan beberapa prangkat desa mengelar acara musyawarah antara desa yang bertempat di Aula kecamatan Putri Betung baru-baru ini.

 

Kegiatan yang dilaksanakan ini untuk memprogramkan inovasi di desa masing-masing pada tahun 2020 mendatang.  Kecamatan Putri Betung salah satu kecamatan yang banyak potensi yang dapat di programkan oleh pemerintahan desa untuk di jadikan inovasi yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dengan pembiayaan dari anggaran dana desa.

 

Camat Putri Betung, Muhammad Jon mengatakan, untuk menindak lanjuti program TPID yang telah di lakukan oleh tim turun kelapangan dalam memprogramkan inovasi di desa-desa salah satu program positif untuk menunjang pendapatan masyarakat serta membuka lapangan kerja untuk pemuda di desa kita.

 

“Wilayah kita ini sangat banyak potensi yang bisa di kembangkan baik di bidang hasil pertanian untuk di olah dari bahan baku kebahan siap saji. Seperti yang terdapat di desa Uning Pune salah satu warga nya sudah bisa mengolah biji coklat dari bahan baku hingga menjadi bahan siap saji.

 

“Hal ini sangat perlu dukungan dari pemerintah desa untuk membantu pengembangan hingga bisa mandiri dan bisa memproduksi bahan siap saji dari coklat untuk bersaing di pasaran ” ucap Camat.

 

Untuk Pariwisata tambah Camat, alam kita tidak kalah dari daerah lain, seperti pemandian alam air panas desa Singgah Mule dan desa Gumpang Lempuh sebagai pintu masuk nya  para Wisatawan asing yang berkunjung ke gunung kemiri dah gunung Kahpi, bahkan sungai kita sudah pernah di gunakan sebagai lokasi pertarungan arum jeram di tingkat nasional, namun itu semua belum terkelola dengan baik sehingga kita belum bisa mengambil keuntungannya.

 

Sementara Abdulah salah satu petugas pendamping lokal desa menambahkan, dalam beberapa waktu lalu para pengulu bersama prangkatnya telah berkomitment agar tahun depan dapat menjalankan program melalui dana desa dengan pihak TPID kecamatan Putri Betung.

 

“Itu semua intinya untuk kemajuan desa kita,walaupun nanti sudah berhenti program dana desa dari pemerintah pusat berkat ada nya inovasi yang kita kembangkan, namun penghasilan desa tetap berjalan karena usaha yang di kembangkan mungkin dari dana BUMK terus mengalir di tengah masyarakat kita,” paparnya.(daud)

Loading...