Kebocoran PAD, Kadishub Rendward Permalukan Walikota Medan

390


MEDANI SUMUT24
Selama Renward Parapat menjadi Kadishub Kota Medan, tak pernah sekalipun target tercapai. Parahnya lagi justru yang keluar hanya dengan berbagai alasan, padahal target tak tercapai tersebut merupakan kebocoran PAD alias Dishub Medan salah urus perparkiran di Medan.

“Atas berbagai kebocoran tersebut, kita minta inspektorat dan aparat penegak hukum agar mengusut kebocoran PAD yang diduga dinikmati oleh oknum-oknum Dishub Medan dan preman berkedok OKP,” tegas Ketua Central Masyarakat Mandiri Darwin Sipahutar kepada SUMUT24, Senin (9/7).

Menurutnya, adanya kebocoran target PAD adalah merupakan salah satu bentuk dugaan korupsi. Makanya peran aparat penegak hukum harus dimaksimalkan membongkar mafia parkir di Medan.

“Kalau benar-benar dikelola bukan sedikit PAD yang dihasilkan dari sektor Parkir, jangankan target hanya Rp 41 Miliar di 2018, Rp 70 Miliar pun bisa didapat kalau benar-benar dan jujur mengelolanya. Ini setiap tahun tidak pernah tercapai target, padahal banyak lokasi parkir yang dikutip 24 jam, kemana uangnya itu?” tegas Darwin.

Kita juga bingung Lokasi Parkir di Medan sangatlah banyak, ada yang illegal dan reami, Parkir yang Illegal harusnya ditertibkan, sehingga tidak menjadi permasalahan nantinya dengan target-target yang akan dicapai.

Wali Kota Medan Drs Dzulmi Eldin S MSi dalam hal ini juga harus bersikap tegas. “Jangan sampai retribusi parkir terus tak sesuai target dengan banyaknya lokasi parkir di Medan ini yang mencapai 41 titik untuk ,” tegas Darwin seraya mengatakan, bila hal ini terus-menerus terjadi, “sama artinya Kadishub Medan Redward Parapat jelas-jelas mempermalukan Walikota Medan Dzulmi Eldin sebagai atasannya. (W03)

Loading...