KB Bakopam Sumut Duka Cita Mendalam Meninggalnya Maiyasyak Johan, Semoga Husnul Khotimah

Medan I Sumut24.co
Keluarga Besar Badan koordinasi pemuda muslim (Bakopam) Sumut berduka cita mendalam atas meninggalnya orang tua kami, sahabat, guru kami Maiyasyak johan, semoga kepergiaannya Husnul khotimah dan ditempatkan ditempat sebaik-baiknya oleh Allah SWT, ucap Ketua Bakopam Sumut Ibnu Hajar kepada Wartawan, Jumat (20/5). Menurutnya, Tokoh nasional Maiyasyak Johan adalah orang yang sangat berjasa bagi bangsa ini, juga beliau adalah orang baik. Kami bersaksi beliau adalah orang baik, ucap Ibnu.
Begitujuga kepada keluarga yang ditinggal agar sabar dan tabah, karena kita sebagai umat yang hidup bakal menunggu ajal kematian sesuai dengan janji Allah SWT, ucapnya.

Maiyasyak dikenal sebagai seorang pejuang dan aktivis pergerakan. Dia menempuh pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan tahun 1987 hingga meraih gelar Master di Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 2002. Istri Drg. Eva Aini Harahap ini juga melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Padjajaran Bandung.

Kurun waktu 1977-1989, ia pernah menjalani sejumlah profesi. Mulai dari penulis lepas dan wartawan surat kabar lokal dan magang di Tempo yang ditempatkan di Medan. Mantan aktivis HMI ini juga sempat menjadi asistel lokal di FH-USU, Guru SMA, staf peneliti LP3ES, aktif di LSM, serta menjadi dosen.

Di tahun 1987 sampai 2003, dengan bekal sarjana Maiyasyak membuka kantor pengacara di Medan yakni Maiyasyak Johan & Association. Kemudian, bersama sejumlah aktivis dan wartawan mendirikan NGO bidang hukum bernama Lembaga Advokasi Anak Indonesia (LAAI) di Medan.

Masih juga belum puas akan karirnya, pada 23 Juli 1995, ia pun meretas diri ke Jakarta dan membuka Maiyasyak, Rahardjo & Partners dan aktif di IKADIN. Anggota Pengacara Pasar Modal Indonesia dan anggota Kurator Indonesia ini lalu aktif di DPP PPP sebagai wakil Bendahara Umum dan Wakil Ketua Umum di dua periode berturut-turut.

Maiyasyak lalu terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 dari Dapil Sumatera Utara III. Di 2009, dalam pemilu legislatif, pecinta tanaman ini kembali terpilih ke periode kedua hingga 2014 mendatang bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pada Januari 2013, dia menyatakan mengundurkan diri sebagai wakil rakyat, dan anggota keluarga besar partai berlambang Ka’bah tersebut. Dia mengaku ingin istirahat dari dunia politik.red