Kasusnya Diberhentikan, Sugiono Wartawan Go Sumut.com Kecewa Terhadap Kinerja Polres Sergai

 

SERDANG BEDAGAI | SUMUT24

Sugiono alias Sugi wartawan Go Sumut.com ini mengaku kecewa kepada pihak Polres Serdang Bedagai (Sergai). Pasalnya kasus yang dilaporkannya ke Polres Sergai terkait penipuan dan pengelapan terhadap dirinya diberhentikan dengan alasan tidak ditemukan unsur pidana.

“Selaku pelapor kita sangat kecewa terhadap kinerja penyidik Polres Sergai yang menangani kasus ini. Padahal, sebelumnya Kapolres pernah bilang akan menetapkan tersangka terhadap pelaku,” ungkap Sugiono kepada sejumlah rekan wartawan di Sei Rampah, jumat (15/7/2022).

Sugi menjelaskan, bahwa kasus ini dilaporkannya sekitar delapan bulan lalu dengan surat tanda penerimaan Laporan nomor STTLP/241/XI/2021/SPKT/Polres Serdang Bedagai/Polda Sumut. LP/B/790/XI/2021/SPKT/Polres Sergai/Polda Sumut tanggal 25 November 2021 tentang kasus “Penipuan dan Penggelapan”.

Dimana terlapor ini berinisial MY alias Maya (32) seorang IRT warga Dusun II Desa Leberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai, Sumatera Utara. Laporan itu terkait jual beli sebidang tanah seluas 2 Rante yang terletak Dusun V Desa Pematang Setrak berbatasan Dusun II Desa Leberia Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai.

“Awalnya Pada tanggal 16 Juni 2021, MY datang kepada saya dengan tujuan menjual sebidang tanah miliknya yang terletak Dusun II Desa Leberia berbatasan Dusun V Desa Pematang Setrak seluas 2 Rante dengan harga sebesar Rp 75 juta. Karena dijanjikan akan mendapatkan akses jalan seluas 2 meter, kami sepakat dan kami panjar Rp 20 juta diatas kwitansi,”kata Sugi sembari menjelaskan perjanjian itu turut disaksikan oleh istri dan adik ipar MY.

Setelah berjalan dua bulan, lanjut Sugi, ketika dirinya akan melunasi sebidang tanah tersebut, MY menjelaskan bahwa tanah lahan yang diperjualbelikan tersebut tidak memiliki akses jalan. MY mengatakan, jika mau akses jalan tanggul irigasi milik BWS II Sumut atau jalur hijau.

“Jelas kita kecewa, karena tidak sesuai dengan perjanjian. Dan saya tidak jadi membeli lahan tersebut dan meminta uang panjar itu kembali, tapi MY menolak dengan alasan meminta tempo atau waktu untuk menemui pemilik tanah awal,” bilang Sugi.

Kasus ini kata Sugi, sudah beberapa kali dilakukan mediasi, namun tidak juga membuahkan hasil, sehingga dirinya membuat laporan ke SPKT Polres Sergai.

“Niat baik MY untuk mengembalikan uang panjar sebesar Rp 20 juta tersebut tidak ada. Sehingga kasus ini saya laporkan ke SPKT Polres Sergai,” terang Sugi.

Tapi anehnya kata Sugi lagi, pihak Polres Sergai memberhentikan kasus tersebut. Padahal, dokumen foto kopy Kwintasi dan surat hasil mediasi antara saya dan MY dengan disaksikan pemerintah Desa Leberia turut diserahkan pelengkapan LP.

Tidak hanya itu, dalam kasus tersebut juga dihadirkan 3 orang saksi, dan sudah dilakukan gelar perkara, namun kasus nya tetap diberhentikan oleh pihak Polres Sergai.

Terkait hal ini, Kapolres Sergai AKBP Ali Mahfud melalui Kasat Reskrim AKP I Made Yoga saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) nya, sabtu (16/7/2022) mengatakan, bahwa kasus tersebut tidak cukup bukti untuk dipersangkakan ke pasal 378 KHUP,”jawabnya.(Bdi)