Kasus Mobnas Rp3 M Bank Sumut, Kecil Jaksa Temukan Benang Merah Mark Up

MEDAN | SUMUT24

Jaksa penyidik di Kejati Sumut sudah menemukan benang merah bagaimana dugaan mark up pengadaan mobil dinas sewa operasional Bank Sumut dilakukan, sehingga mencetak kerugian senilai Rp3 miliar.

“Kita sudah temukan benang merahnya. Karena itu, kita terus pompa penyidikannya agar cepat selesai dalam waktu dekat,” kata Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Sumut Novan Hadian, Rabu (3/2).

Apakah benang merah dimaksud adalah “kerja sama” antara direksi dengan pihak rekanan? Novan tidak bersedia mengungkapnya. Ia kembali menegaskan, penyidik sudah menemukan benar merah kasus ini.

Sampai saat ini, Kejati Sumut telah memeriksa dan meminta keterangan tujuh orang. Mereka terdiri dari para petinggi di Bank Sumut dan pihak rekanan. Dua di antaranya adalah Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut Edie Rizliyanto dan Direktur Pemasaran Bank Sumut Ester Ginting. Sedangkan identitas lima lainnya, meliputi pihak direksi dan rekanan.

Novan tak menutup kemungkinan akan ada pihak lain, baik itu dari lingkungan Bank Sumut, rekanan atau pihak lainnya, juga akan dipanggil.

“Pihak lain di luar dari tujuh orang yang telah diperiksa sebelumnya, juga akan dipanggil. Kita hanya menyesuaikan waktunya saja,” sebutnya.

Sumber Sumut24 di Kejati Sumut mengatakan, dalam penyidikan kasus ini, jaksa tinggal selangkah lagi untuk menentapkan siapa tersangkanya. Optimisme ini lantaran jaksa sudah jauh-jauh hari mencium indikasi keterlibatan sejumlah direksi di bank ini.

“Ada indikasi keterlibatan direksi. Tetapi harus dibuktikan lagi dalam penyidikan. Tunggu saja, dalam waktu dekat penyidik segera mengumumkan tersangka dalam kasus ini,” sebut sumber tadi.

Sebelumnya, Kejati Sumut sudah memeriksa Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut Edie Rizliyanto dan Direktur Pemasaran Bank Sumut Ester Ginting. Mereka berdua diperiksa sebagai saksi.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui proses lelang dan tender pengadaan mobil dinas sewa operasional Bank Sumut senilai Rp 17 miliar, yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013.

Untuk ketahui, dalam RAK 2013 itu, Bank Sumut menganggarkan pengadaan 294 unit mobil dinas sewa operasional, yang di antaranya terdapat jenis kendaraan mewah seperti Camry, Pajero Sport dan sejumlah mobil kelas menengah seperti Toyota Innova, Toyota Rush, Avanza serta Xenia.

Dari pengadaan mobil dinas ini, Kejati Sumut mengendus adanya aroma “mark up” senilai Rp3 miliar, sehingga melakukan penyelidikan. Belakangan, jaksa penyidik yang dipimpin RO Panggabean menemukan adanya indikasi korupsi.

“Dalam kasus ini, statusnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan (Lid) ke penyidikan (Dik),” ucap RO Panggabean.

Dari RO Panggabean diketahui, sejumlah petinggi di Bank Sumut masuk “daftar merah” dalam kasus ini. “Kita tinggal melengkapi dua unsur alat bukti dan keterangan para saksi. Setelah itu, siapa tersangkanya akan segera diketahui,” bebernya. (Iin)