Kardi Kakek 74 Tahun Terduga Pelaku Cabul Belum Diproses, Kuasa Hukum Korban Minta Polres Deli Serdang Beri Perhatian

179
Foto : Suryani orang tua Bunga dan Melati juga dua saksi usai dimintai keterangan di PPA Polres Deli Serdang atas dugaan cabul dilakukan Kardi.|Ist

MEDAN | SUMUT24.co

Dedi Harianto Marbun SH selaku kuasa hukum korban dugaan pencabulan dilakukan oleh, Kardi kakek berusia 74 tahun meminta dan berharap kepada Polres Deli Serdang memberikan perhatian khusus dalam menangani kasus yang dialami, Bunga (9) dan Melati (5), dua bocah perempuan yang masih dibawah umur.

“Kita minta dan berharap kepada Polres Deli Serdang yang menangani kasus yang dialami dua bocah perempuan dibawah umur, Bunga dan Melati yang menjadi korban dugaan pencabulan dilakukan, Kardi kakek berusia 74 tahun,” kata Dedi Harianto Marbun kepada wartawan, Minggu (12/5/2019).

Apalagi sambung Dedi Harianto, Polisi sudah mengeluarkan Surat Konseling Laporan Pengaduan korban NI dan LP terkait peristiwa perbuatan cabul dilakukan Kardi pada 23 April 2019 bertempat di Kampung Agam Lingkungan VII Galang Kota, Kecamatan Galang , Kabupaten Deliserdang yang ditanda tangani petugas piket fungsi Reskrim Polres Deliserdang yang juga diketahui dan ditandatangani oleh pihak penyidik Reskrim Aiptu Charles Matondang tertanggal 1 Mei 2019.

“Dari suart konseling laporan pengaduan korban, pihak Polres Deli Serdang sudah mengeluarkannya. Apalgi ditambah dengan adanya dua orang saksi korban diperiksa petugas PPA Polres Deli Serdang untuk dimintai keteranganatas dugaan perbuatan cabul dilakukan pelaku (Kardi-red),” ujar Dedi Harianto.

Diceritakan Dedi Harianto, perbuatan dugaan cabul terhadap, kakak beradik, Bunga dan Melati dilakukan tetangganya sendiri bernama, Kardi (74), pada hari, Selasa (24/4/2019) siang lalu sekitar pukul 13.30 Wib.

Perbuatan dugaan cabul itu terjadi saat korban kakak beradik, Bunga dan Melati mendatangi ladang milik pelaku yang terletak di belakang rumah mereka di kawasan Kecamatan Galang, Kab Deliserdang.

Setibanya Melati diperladangan tersebut, Melati melihat K sedang menanam kacang. Tiba-tiba, Melati yang sedang memandangi kakaknya ditarik oleh Kardi. Tak hanya itu, meski pelaku sudah berusia ujur ini, langsung memegang kemaluan Melati dengan meremas dan meraba/mengelus.

Tak terima, Melati mengadukan perlakuan Kardi (Pelaku) kepada kakak kandungnya Bunga. “Kemaluanku pegang-pegang kek Kardi,” ujar Melati polis terhadapo kakaknya (Buga).

Mendengar cerita adik kandungnya itu, Bunga pun diam dan tak berani untuk menanyakan langsung kepada Kardi. Namun ironisna, Bunga kakak Melati juga ikut menjadi korban perbuatan pelaku.

Terhadap Bunga kakak Melati, peristiwanya pencabulan terjadi ketika Bunga mengambil air minum. Ia pun ditarik oleh Kardi hingga Bunga terjatuh. Kesempatan itulah pelaku (Kardi) memegang kemaluan korbannya. Namun, lagi-lagi Bunga mendiamkannya.

Suryani (32) ibu dari orang tua korban yang mengetahui perbuatan pelaku dari cerita kedua anaknya sontak tak terima. “Aku gak terima anakku dilecehkan seperti itu. Jadi trauma mereka berdua. Aku berharap polisi bisa memproses secara hukum,” harap Suryani.

Tidak hanya orang tua korban, warga di kawasan Galang, Kabupaten Deliserdang yang masih satu kampung dengan korban dan pelaku juga meminta pihak aparat kepolisian untuk memproses sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku terhadap kasus cabul yang dialami korban.

“Kalau untuk perbuatan memegang kemaluan anak perempaun dibawah umur dikampung ini, dia (Kardi-red) bukan rahasia umum lagi. Bocah perempaun dibawah umur dikampung ini bukan tidak sedikit menjadi korbannya. Kami warga meminta Polisi untuk menangkap Kardi,” pungkasnya seorang pria bermarga Siregar dan beberapa warga lainya kepada wartawan.(W02)

Loading...