Kapolda Sumut Ajak Semua Pihak Menjaga Kondusifitas di Sumut Menjelang dan Pasca Pengumuman MK 28 Juni 2019

118
Foto : Kapolda Sumut Irjen Pol Drs H Agus Adrianto SH MH.|Ist

MEDAN | SUMUT24.co

Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini tengah menggodok laporan dugaan kecurangan dari Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 terkait adanya dugaan kecurangan Pemilu yang terjadi yang diduga dilakukan oleh kubu Paslon 01.

Menunggu sampai hasil pengumuman MK diumumkan, aparat kepolisian mengimbau agar semua pihak menahan diri dengan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis dan melanggar hukum.

Imbauan dan penegasan itu datang langsung dari Kapolda Sumut Irjen Pol Drs H Agus Andrianto SH MH. Kapolda Sumut meminta agar semua pihak menjaga kondusifitas di Sumut.

“Mari jaga kondusifitas di wilayah Sumut. Warga Sumut ini hamper 15 juta orang. Hormati dan hargai hak masyarakat Sumut lainnya,” ujar Irjen Pol Agus, Rabu (12/6/2019).

Kapolda juga meminta agar pihak yang merasa tidak terima dengan hasil Pemilu kemarin nantinya juga legowo dengan menerima apapun hasil gugatan sengketa Pemilu 2019 yang diumumkan MK pada 28 Juni mendatang.

“Hormati proses hukum yang sedang berjalan dan sampai nanti diumumkan (MK). Tidak melakukan perbuatan melawan hukum dan mengganggu hak azasi masyarakat lainnya,” tegas jendral bintang dua ini.

Orang nomor satu di Mapolda Sumut ini mengultimatum kepada pihak-pihak yang dengan sengaja akan menimbulkan kekacauan jelang, dan pasca pengumuman gugatan sengketa Pemilu oleh MK.

“Jaga keamanan dan tidak melakukan perbuatan melawan hukum. Karena cepat atau lambat akan kita tindak dengan tegas,” pungkas Irjen Pol Agus.

Sekaitan dengan aksi demonstrasi yang terjadi beberapa waktu lalu, pasca penetapan hasil Pemilu oleh KPU, beberapa masyarakat khawatir aksi demonstrasi serupa bakal terjadi.

Suara penolakan terhadap aksi demonstrasi rusuh yang terjadi beberapa waktu lalu datang dari sejumlah pedagang emperan di Kota Medan. Mereka menolak penyampaian pendapat di muka umum (demo) yang berujung pada kerusuhan.

Rian (45) warga jalan Perjuangan, Kecamatan Medan Perjuangan yang setiap harinya sebagai supir taxi online. Ia merasa demontrasi yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan kemarin sangat mengganggu ibadah dan lalu lintas.

“Ya terganggulah semuanya, dari pekerjaan dan ibadah sangat mengganggu. Kan puasa itu satu bulan sekali dalam setiap tahun, jadi tidak khusuk gitu,” katanya.

Ia menceritakan, saat semontrasi pada saat itu berlangsung, ia kesulitan untuk mengantar penumpang karena sejumlah jalan diblokir. Apalagi, dirinya khawatir terjadi kerusuhan dan berimbas pada pekerjaan serta kendaraan pribadinya.

“Kendaraan ini kan digunakan untuk cari makan, buat keluarga. nah, kalau rusuh dan dirusak massa, siapa yang mau bertanggung jawab. kan semua dirugikan,” ucapnya sembari berharap kepada masing masing kelompok pendukung calon presiden untuk memberikan kepercayaan kepada lembaga hukum yang sudah diamanahkan oleh undang undang yakni Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi.

Akan tetapi, Rian tidak mempermasalahkan aksi para demonstran tersebut. “Enggak ada masalah sih, namanya negara kita negara demokrasi, cuman kan seharusnya ada tempat dan waktunya, jangan juga mengganggu aktivitas orang lain,” pintanya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Sukiran (60), pedagang asongan keliling ini juga mengatakan ada untung ruginya pada aksi demo kemarin. “Untungnya sih kalau misalnya kita berjualan di dekat mereka kadang ada yang beli, tapi ruginya ya adek lihat aja kejadian di Jakarta kemarin, ada penjarahan,” ungkapnya.

Namun, ia yang sering mangkal didekat Rumah Sakit Malahayati ini menyebutkankan, pada aksi demo kemarin ia memilih untuk tidak berjualan. “Waktu demo kemarin saya pindah jualan, karena takut, gak mau ambil resiko lah,” aku Sukiran.

Untuk itu, kakek empat cucu ini mengatakan sebaiknya para demonstran tersebut memikirkan nasib mereka para pedagang kecil tersebut.

“Ya seharunya mereka mengerti para kami yang pedagang kecil ini, hidup kami hanya bergantung dengan berjualan dipinggir jalan, bayangkan lah aksi demo kemarin, semua jalan bahkan sebagian pertokoan di daerah sini diliburkan,” terangnya berharap, agar permasalahan yang terjadi belakangan ini dapat diselesaikan melalui jalur hukum.(W05)

Loading...