Kapan Saja Wagubsu Bisa Dilantik

MEDAN | SUMUT24

Meskipun telah jatuh tempo masa pengusulan calon Wagubsu mendampingi Gubsu HT Erry Nuradi sebagaimana yang ditetapkan oleh tim Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wagubsu di DPRD Sumut, namun hingga saat ini tanda-tanda Gubsu untuk memilih siapa calon pendampingnya belum terlihat.

Menanggapi hal tersebut, Kabag Penyelenggaraan Otda Biro Otda Setdaprovsu, Basarin Yunus Tanjung mengatakan, Gubsu belum memutuskan dan menentukan siapa calon pendamping dirinya. Perlu pendalaman lebih lanjut dan mengenal lebih jauh, siapa orang yang akan menjadi calon pendampingnya.

“Hingga saat ini Gubsu belum melaporkan siapa calon pendampingnya. Mungkin Gubsu perlu melakukan pendalaman siapa calon pendampingnya,” sebut Basarin, Minggu (18/9).

Soal batas waktu yang telah ditetapkan oleh tim Pansus Pemilihan Wagubsu, Basarin pun mengatakan bahwa hal tersebut tidaklah menjadi masalah besar.

Menurutnya, penghitungan untuk Gubsu menentukan siapa calon pendampingnya dihitung sejak tanggal Tengku Erry ditetapkan sebagai Gubernur defenitif, yakni sejak tanggal 25 Mei 2016.

“Kalo soal batas waktu, menurut saya bisa saja sampai dengan beberapa hari sebelum 2018. Dan jabatan itu masih tetap bisa diisi. Karena perhitungannya itu adalah 18 bulan sejak kosongnya, bukan dihitung dari sisa masa akhir periode jabatannya,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Basarin, bahwa belum ada keluar PP yang mengatur soal tata cara pengusulan dan pengangkatan Wakil Kepala Daerah. Sehingga, jelasnya, dalam hal ini pemerintah masih mengacu pada UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada sebagaimana yang tertera dalam pasal 176 ayat 5.

Basarin menjelaskan, kemungkinan Gubsu harus berdialog terlebih dahulu kepada calon tersebut. Dan calon tersebut juga, minimal mengetahui soal visi dan tugas-tugasnya sebagai Wakil Gubernur.

“Seperti yang tadi saya katakan, mungkin Gubsu harus berdialog dulu dengan calonnya itu dan mengetahui apakah calonnya itu bisa berkomitmen dalam menjalankan visi dan tugasnya sebagai wakil beliau. Pastinya Gubernur juga harus mengetahui apakah calonnya itu tahu apa tugasnya sebagai Wakil Gubernur,” terangnya.

Dilain pihak, Pengamat Sosial dan Politik dari UMSU, Sohibul Ansor mengatakan, tidak ada alasan bagi Tengku Erry untuk menahan usulan calon Wagubsu yang sudah disampaikan pada dirinya.

Menurutnya, pengisian Wagubsu merupakan keharusan dan telah diatur oleh peraturan perundang-undangan tentang pemilihan kepada daerah.

“Publik berharap agar Erry selaku Gubernur Sumut dapat proaktif terkait pengisian wakilnya,” ujar Sohibul yang dihubungi via seluler, Minggu (18/9).

“Untuk menyerahkan dua nama calon Wagubsu kepada DPRD Sumut, saya rasa itu bukan merupakan hal yang sulit. Sebab Erry dapat melimpahkan hal tersebut kepada jajaran dibawahnya, apabila tidak memiliki waktu untuk langsung menyampikannya. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda hal tersebut. Intinya, Erry harus proaktif dalam hal ini,” jelas Sohibul seraya mengatakan terkait adanya gugatan beberapa partai pengsusung lain kepada Kemendagri, itu bukan urusan Erry. (W03)