Jumiran Abdi Siap Bertanding dengan Caleg Muda

62

MEDAN I SUMUT24.co
Sosok Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad menjadi inspirasi bagi politisi kawakan yang satu ini. Keterpilihan Mahathir menjadi pemimpin Malaysia di usia 92 tahun, menjadikan Jumiran Abdi bersemangat untuk terus berkiprah di Sumatera Utara meski usia yang tak muda lagi.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuanha (PDI) Sumut itu ikut berkompetisi pada usia 68 tahun dan tak takut berkompetisi dengan kompatriot yang usianya jauh lebih muda darinya.

Jumiran menjelaskan, keinginannya menjadi Caleg karena ingin berbuat sesuatu untuk daerah asalnya yakni Sumatera Utara.

“Pak Mahathir Mohammad itu terpilih pada usia 92 tahun, sedangkan saya yang berusia 68 tahun yang notabene lebih muda belasan tahun darinya menjadi semangat dan merasa muda kembali,” ujarnya, Kamis (30/8).

Bagi Jumiran, usia hanyalah hitungan belaka, yang terpenting bagaimana pada usia senja tetap berguna bagi sesama.

“Saya sejak kecil memiliki cita-cita menjadi beguna bagi semua orang,dan saya mendambakan di usia senja tetap dapat mengabdi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Tak tanggung-tanggung kakek empat cucu ini bukan minim pengalaman, ia mengaku telah lima kali ikut pemilihan anggota legislatif hingga Gubernur namun keberuntungan belum berpihak padanya. Begitupun, Jumiran mengaku tidak patah semangat berbuat sesuatu untuk daerahnya.

“Saya ini ikut pilpres saja yang belum, Tahun 77 saya ikut pemilihan DPRD Deli Serdang namun kalah, Tahun 82 DPRD Provinsi kalah juga, Tahun 87 DPRD Medan juga kalah, 2008 DPD kalah, dan terakhir Cawagub 2012 juga kalah,” ujarnya sambil tertawa.

Kedekatannya dengan PDIP, kata Jumiran telah dibangun dari masa muda. Ia telah menjadi Anggota Pemuda Marhaen di mana kakak sulungnya, menjadi Sang Ketua.

Kemudian Jumiran memaparkan, kegagalannya pada proses pemilu tak menyurutkan langkahnya menjadi seorang abdi negara. Ia telah malang melintang mengisi jabatan strategis seperti Kepala Dinas Pertamanan, Kebersihan PD Rumah Potong Hewan hingga Komisioner KPU.

Menurut Jumiran ke depan, bila terpilih ia ingin membuat sebuah corong aspirasi untuk masyarakat Sumut menyampaikan keluhannya.

“Masyarakat kita harus dididik dalam melakukan kritik sosial. Kritik dan menyampaikan aspirasi itu punya cara dan etika jangan sampai menghujat,” ungkapnya.

Bagi kaum muda, kata Jumiran haruslah pergunakan masa muda sebaik-baiknya agar tidak menyesal pada masa tua nanti.

“Ayo mari berbuat dan berbakti kepada negeri, dari hal terkecil yang kita lakukan,” katanya.(Red)

SHARE