Jelang Puasa, PLN Diminta Jangan Pancing Kekisruhan

MEDAN | SUMUT24
Bulan suci Ramadhan 1437 H yang sudah didepan mata, diharapkan dapat berjalan lancar khususnya bagi umat Islam yang melaksanakannya. Dalam umat Islam menjalankan ibadah puasa, khususnya saat berbuka puasa dan ibadah sholat taraweh dan sahur selama sebulan penuh untuk penerangan yang ditanggungjawabi oleh Perusahaa Listrik Negara (PLN) agar lebih bersikap arif dan bijaksana.

Sebab kalau PLN tak bersikap arif dan bijak dengan memadamkan lampu listrik yang dibutuhkan warga muslim untuk melaksanakan berbuka puasa, sholat taraweh bahkan sahur dan sebagainya, dinyatakan dapat memicu kemarahan warga muslim.

“Kami meminta kepada pihak PLN agar jangan se-sekali berani melakukan pemadaman listrik yang berakibat dapat memancing kemarahan. Dengan kata lain PLN dinilai telah memancing kekisruhan ditengah-tengah masyarakat atas tindakannya,”kata Aktifis PMII Sumut, Darwin Sipahutar, Minggu (22/5).

Menurutnya, kalau PLN tetap melakukan aktifitas buruknya yaitu melakukan pemadaman listrik selama Bulan Ramadhan, maka sama artinya PLN tak menghargai bulan yang dinilai suci bagi umat Islam seluruh dunia dan juga umat muslim yang ada di Sumatera Utara dan Medan.

“Yang jelas PLN jangan pancing masyarakat untuk berbuat negatif,”ucapnya.

Maka PLN diharapkan jangan sampai melakukan kebiasaan buruknya terulang kembali lewat pemadaman listrik dibulan suci Ramadhan. Sebab bulan suci Ramadhan adalah, bulan baik sehingga PLN harus menghormati bulan yang suci tersebut dengan mengantisifasi agar tidak terjadi pemadaman yang merugikan semua pihak terutama golong bawah dan menengah.

Mengapa PLN selalu diingatkan, sebab hingga saat ini pelayanan buruk masih saja ditunjukkan walaupun berupaya menuju yang terbaik. “Apalagi tarif listrik setiap tahunnya terus merangkak naik, sedangkan pelayanan tak berimbang. Inikan sudah menyalahi namanya. Harusnya tarif listrik, ya haruslah dibarengi dengan pelayanan yang baik pula,” pungkasnya mengakhiri. (W03)