Jangan Ada Lagi Petugas Pajak Tewas Karena Menagih Pajak

818

MEDAN | SUMUT24

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi berharap, peristiwa tragis yang dialami Parada Toga Fransiano Siahaan tidak terulang lagi di masa mendatang. Harapan tersebut disampaikan Tengku Erry Nuradi sesaat sebelum melepas jenazah Parada Toga Fransiano Siahaan dari rumah duka di Jl Air Bersih Ujung, Komplek Pertamina Blok III, Medan, Kamis (14/4) sekitar pukul 15.30 WIB.

Hadir dalam prosesi pelepasan jenazah tersebut Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sumut II Yunirwansyah, Kasdam I/BB Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco, Dandim 0102/BS Kolonel Inf Maulana Ridwan, Wadir Krimsus Polda Sumut AKBP Maruli Siahaan, pihak keluarga dan ratusa rekan sejawat almarhum.

Dalam kesempatan itu, Erry menyampaikan turut berdukacita atas peristiwa tragis yang menimpa Parada dan rekannya Soza Nolo Lase, saat menjalankan tugas menagih pajak kepada tauke getah karet, Agusman Lahagu, di Gunung Sitoli, Nias, Selasa (12/4) kemarin.

“Kami mendapat informasi, almarhum meninggaldunia akibat terkena senjata tajam saat menagih pajak mencapai Rp 14 miliar kepada pengusaha karet di Nias,” ujar Erry.

Erry mengimbau Dirjen Pajak mengistruksikan jajarannya untuk tidak segan meminta bantuan kepada pihak kepolisian saat menjalankan tugas menagih pajak. “Ini pelajaran berharga untuk kita bersama. Kita berharap, jika dirasa perlu, petugas pajak jangan segan minta bantuan polisi saat menagih pajak. Semoga peristiwa serupa tidak terulang lagi,” sebut Erry.

Sementara Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi mengatakan, Parada merupakan pahlawan pajak yang tewas saat menjalankan tugas. “Tidak ada negara yang bisa hidup tanpa pajak. Sehingga apa yang dilakukan adik kita ini merupakan sesuatu yang heroic. Kami insan pajak akan ingat selamanya,” ujar Ken.

Masih dikatakan Ken, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polri dan TNI dalam mendukung kelancaran penagihan pajak, terutama berhadapan dengan wajib pajak yang membandel. “Kita sudah kibarkan bendera setengah tiang. Demi keamanan dan keselamatan juru tagih, kedepan kita akan bekerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI,” sebut Ken.

Prosesi pelepasan jenazah Parada dilakukan semi militer. Sebelum diberangkatkan dari rumah duka, pihak keluarga menyerahkan jenazah Parada kepada Dirjen Pajak dan TNI dengan diiringi lagu Bugur Bunga. Kemudian jenazah di bawa menggunakan mobil ambulance ke pemakanan TPU Kristen Patumbak, Jl Turi, Kecamatan Medan Amplas.

Almarhum Parada Toga Fransriano Siahaan merupakan Juru Sita Pajak Negara (JSPN) Kantor Pajak Pratama (KPP) Sibolga bersama Soza Nolo Lase, Satuan Pengamanan (Satpam) KPP Sibolga tewas setelah dianiaya dan ditusuk senjata tajam oleh tersangka Agusman Lahagu di Gunung Sitoli, Nias. (Ism)

Loading...