Industri Alkes Taiwan Bidik Pasar Daerah Di Indonesia

Medan | Sumut24
Kesadaran masyarakat Indonesia akan kesehatan belakangan ini cukup meningkat. Begitu juga di Medan mulai dari gaya hidup, pola makan, sampai dengan alat-alat kesehatan.

Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengusaha Taiwan untuk merambah bisnis alat-alat kesehatan mereka di Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan asal Taiwan, Microlife yang bekerja sama dengan PT Sekarguna Medika turut meramaikan pasar alat kesehatan tanah air yang kian prospektif.

Alat kesehatan Microlife memiliki standar mutu tinggi dengan kualitas yang tentunya sudah diakui dan dilengkapi dengan sertifikasi yang diterima di seluruh dunia.

Microlife selalu melakukan pengembangan riset ke Eropa, baik dari segi design, marketing concept, sampai dengan manajemen yang  mengadopsi konsep eurostyle. Di samping itu, produsen alat kesehatan asal Taiwan ini juga mendapatkan penghargaan Taiwan Excellence karena produk mereka inovatif, sempurna dari sisi design kualitas, pemasaran dan pengembangan riset Taiwan.

“Benchmark Microlife adalah Switzzerland dan kami memiliki marketing office disana, serta memiliki standar global marketing,” ujar Lukas Murdihardjo selaku Chairman PT Sekarguna Medika yang menjadi distributor Microlife di Indonesia Senin (13/6).

Perusahaan alat kesehatan asal Taiwan ini menawarkan berbagai produk seperti implan gigi permanen, tensimeter, thermometer infrared, dan lain-lain dengan standar internasional. Rata-rata total corporate sales PT. Sekarguna bertumbuh antara 30  40 % karena didukung oleh kebijakan-kebijakan pemerintah seperti BPJS dan penerapan e-catalog.

“Pertumbuhan sektor rumah sakit juga tinggi dan berimplikasi ke distributor alat kesehatan serta apotik. Jauh dari industri alat kesehatan di Eropa dimana pertumbuhan 10 % saja sudah membuat mereka bahagia,” ujarnya.

Walaupun kesadaran masyarakat akan kesehatan meningkat, Indonesia masih tertinggal oleh beberapa negara ASEAN dalam hal alat-alat kesehatan modern. Untuk itu Microlife hadir di Indonesia dengan misi mengedukasi pasar untuk mulai meninggalkan basis manual menuju basis digital, khususnya edukasi bagi dokter-dokter di daerah.

Misi selanjutnya adalah menembus kawasan-kawasan yang sulit dijangkau, kemudian mencari SDM yang kompeten dengan product knowledge di bidang kesehatan.
“Sementara dari sisi pemerintah, anggaran sektor kesehatan adalah prioritas nomor dua dan menguntungkan dukungan positif bagi industri medical equipment,” ujarnya.

Untuk merealisasikan beberapa misi tersebut, Microlife turut serta dalam sebuah pameran kesehatan di Medan yang akan diadakan pada 3 hingga 5 Juli 2016 mendatang di kota Medan.

“Rencananya perhelatan tersebut juga akan diikuti oleh beberapa industri kesehatan asal Taiwan lainnya.
Kesadaran masyarakat Medan akan kesehatan relatif tinggi, namun real demand masih kurang karena masalah daya beli, ” pungkasnya (W04).