IMM Tapsel Geruduk Kantor DPRD Dan Wali Kota Padang Sidimpuan

SIDIMPUAN | SUMUT24
Puluhan massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) lakukan aksi di depan Kantor Walikota Padang Sidimpuan yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (23/5) siang. Dalam aksinya massa meminta Pemerintah Kota Padang Sidimpuan menertibkan tempat hiburan yang saat ini tengah menjamur.

Dalam orasinya, kordinator aksi IMM Kabupaten Tapsel, Ahmad Budi Hasibuan menyatakan, 100 tahun sudah kebangkitan nasional diperingati dari tgl 20 mei 1998 – 20 Mei 2016 yang bertujuan mempersatukan Indonesia dari keterpurukan penjajah. Namun, hingga kini Indonesia masih terpuruk dan dianggap sebagai bangsa yang buruk dan bodoh dan tidak bermartabat oleh bangsa lain.

“Saat ini, kita masih dijajah meskipun tidak secara langsung serta mengalami ancaman seperti infiltrasi,subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme dan imperialisme,” teriaknya.

Kemudian, lanjutnya, pada tanggal 17 Oktober 2001 dan 15 tahun sudah Kota Padang Sidimpuan yang dikenal dengan kota Dalihan Na Tolu, Kota Salumpat Saindege dan kota pendidikan. “Tepatnya hari ini dipimpin bapak Andar Amin HRP S.STP, dengan visi misi mewujudkan Padang Sidimpuan yang sehat, maju dan sejahtera. Apakah sudah tercapai ?? Wallohu a’lam,” ucapnya.

Namun, tambah Ahmad, saat ini dalam realitanya menimbulkan tanda tanya besar khususnya dikalangan mahasiswa dan umumnya masyarakat dengan gamblang dan jelas mereka dapat melihat menjamurnya tempat-tempat maksiat serta bebasnya narkotika yang lalu lalang di Padang Sidimpuan dan kurang disiplinnya aparatur pegawai kota padangsidimpuan.

“Untuk itu, kami menuntut kepada Wali Kota dan segenap unsur Muspida untuk menertibkan tempat hiburan yang berada di Jalan Baru ( by pass), Tor Simarsayang dan tempat lainnya,” tegasnya.

Selain itu juga, bebernya, pihaknya meminta kepada pemerintah guna memperhatikan dan menangkap bandar narkoba di Kota Padang Sidimpuan. “Kita juga meminta kepada pemerintah menertibkan aparatur pegawai yang berkeliaran diluar jam kerja. Dan yang paling penting, Mendesak Walikota Padang Sidimpuan dan unsur Muspida plus mewujudkan Kota Padang Sidimpuan yang sehat, maju dan sejahtera,” tandasnya.

Mendengar orasi massa tersebut, Asisten 2 Pemko Padang Sidimpuan, Ali Pada Harahap menjumpai kumpulan massa. Di hadapan massa aksi, Ali mengatakan pihaknya mendukung kegiatan IMM. “Kita mendukung aspirasi dari mahasiswa IMM ini. Sebulan yang lalu walikota telah membahas ini dengan unsur muspida. Saat ini Sudah ada sekira 40 tempat prostitusi dan tempat penjualan miras (pakter) yang telah kita segel di wilayah Padang Sidimpuan,” ujarnya.

Disamping itu, Ali mengatakan, dirinya akan menyampaikan ke walikota supaya membuat kegiatan selama menyambut bulan suci dan akan melibat unsur muspida dan mahasiswa. “Untuk aparatur pegawai yang berkeliaran pada saat jam kerja akan di tertibkan oleh Sat Pol PP. Terimakasih ke pada IMM semoga kota Padangsidimpuan makin tertib dan jauh dari kemaksiatan,” pungkasnya.

Usai mendengarka pernyataan Ali tersebut, massa pun kemudian bergeser ke Kantor DPRD Kota Padang Sidimpuan yang berada tepat di depan Kantor Pemko Padang Sidimpuan. Dengan tuntutan yang sama, massa pun kembali berorasi.

Aspirasi massa pun akhirnya diterima para anggota DPRD Kota Padang Sidimpuan yakni, Ketua Komisi 1 H Marataman Siregar, H Mahfudin Nasution(Wakil Ketua Komisi 1), Imam Gojali Anggta Komisi 1, Hj Ade Rangkuti anggota DPRD dari Fraksi PDIP san Erwin Muda Sinaga yang merupakan anggota komisi 3. Kepada massa aksi, para anggota dewan tersebut mengaku mendukung aksi massa.

“Kami mendukung aksi mahasiswa dari IMM dan meminta dalam bertindak jangan menyalahi hukum serta tidak anarkis,” ucap Marataman. Setelah aspirasinya di terima, massa pun akhirnya membubarkan diri. (Indra)