Ikut Ajang KSM, Kemenagsu Gandeng LOPI Tingkatkan Prestasi

89

MEDAN I SUMUT24

Ajang tahunan Kompetisi Sains Madradah (KSM) sebagai upaya menjaring siswa berprestasi dalam bidang sains tingkat provinsi menuju tingkat nasional. Karena sudah berturut-turut tiga tahun kita tidak mendapat prestasi. Makanya kita menggandeng lembaga pendidikan LOPI untuk membimbing siswa kita agar berprestasi nantinya, Ucap Kakanwil Kemenagsu Iwan Zulhami kepada Wartawan, Senin (22/7).

“Untuk meningkatkan prestasi kita harus menggandeng Lembaga Pendidikan yakni Lembaga Olimpiade Pendidikan Indonesia (LOPI), kalau normal-normal saja sudah jelas kita tidak akan mendapat prestasi alias juara,” ucapnya.

“Makanya dengan persetujuan Kasi-kasis kemenag Kab/kota diputuskan anggaran Rp 35/siswa yang ikut bukan seluruh siswa yang ada,” ucapnya.

Dana Rp 35.000 itu diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana itu dibenarkan dalam juknis BOS dan Juknis KSM. Apalagi dana Rp 35 Ribu itu bukan dikelola Kemenag, tapi ada perjanjian-perjanjian dengan kasi-kasi dan Madrasah Kab/kota , termasuk untuk penggandaan soal yang masternya dari pusat dan diputuskan penggandaan soal dilakukan Kab/kota, karena ada dua alternatif.
Soal digandakan Kab/kota atau digandakan LOPI, Kalau digandakan Kab/Kota LOPI yang akan membayarkan dari dana Rp 35 Ribu itu, ucapnya. Lebihlanjut mantan Kakan Kemenag Medan itu, Di Kemenag kan tidak ada danaya makanya semuanya dari Rp 35 ribu itu, mulai seleksi dari Kab/Kota, Provinsi dan setelah dari provinsi dikarantina.

“Selama ini kan tidak pernah ada dikarantina untuk untuk membina dan membimbing siswa berprestasi selama 1 bulan penuh,” ucapnya.

Provinsi lain juga melakukan hal yang sama untuk membina dan menggodok siswa selama satu bulan penuh untuk mempersiapkan mereka ketingkat nasional. Kenapa ini kita lakukan, karena sumatera utara ingin mendapat medali dan prestasi makanya dananya juga dari yang Rp 35 ribu itu.

“Kita juga nantinya akan mengundang alumni KSM yang berpretasi dari malang agar menjadi contoh bagi para peserta asal Sumut yang ikut KSM agar Sumut dapat medali dan prestasi,” ucapnya. Jadi semua dana Rp 35 ribu itu digunakan untum KSM tidak ada untuk lain-lain yang semuanya betasal dari dana BOS. Untuk tingkat nasional nantinya barulah ada dana kami untuk KSM tersebut, ucapnya.

“Tak ada dana dikutip dari siswa namun diambil dari dana BOS sesuai juknis KSM dan Juknis BOS”, tutupnya.(W03)

Loading...