IKAPPI BENTUK FRONT PERSATUAN, TOLAK KENAIKAN BBM

Jakarta I Sumut24.co

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menolak keras kenaikan harga BBM pada saat kondisi perekonomian negeri ini tidak baik-baik saja, desakan dari anggota di seluruh indonesia mulai terasa dampaknya terhadap kenaikan harga BBM memaksa kami DPP untuk menindaklanjuti desakan dan tekanan dari anggota, tegas Sekjend DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan dalam siaran persnya kepada Wartawan, Selasa (6/9.

Menurutnya, DPP IKAPPI terus melakukan kajian dan upaya-upaya kongkrit untuk mempercepat konsolidasi dan melakukan penguatan terhadap anggota, dikarenakan dampak harga BBM yang sudah mulai terasa

Di beberapa daerah kenaikan harga sudah mulai meningkat antara lain (Kg) :

1. Cabai merah keriting : 90.000
2. Cabai Merah TW : 74.000
3. Cabai rawit merah : 70.000
4. Cabai rawit hijau : 55.000
5. Bawang merah : 40.000
6. Bawang putih : 35.000
7. Ayam : 42.000
8. Telur : 29.000
9. Daging : 149.000

Selain itu daya beli masyarakat juga per hari ini ada penurunan hingga 37% sehingga ini meresahkan pedagang pasar diseluruh indonesia, kami sedang mengupayakan langkah-langkah serta upaya-upaya yang memungkinkan untuk menjaga agar pedagang kami tidak ‘kolaps’

Kami sudah mengalami gelombang keras pada saat pandemi covid-19 ditambah lagi dengan kenaikan BBM ini akan berakibat fatal terhadap tingkat penurunan perekonomian pedagang pasar di seluruh Indonesia,

Kami mendorong agar pedagang tetap bersabar dalam sehari dua hari ini konsolidasi itu akan kita lakukan, kami sedang membangun komunikasi dengan semua pengurus di level kabupaten kota untuk dapat bertemu di jakarta dalam rangka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) menyiasati dan mengupayakan langkah-langkah apa yang kita ambil di kemudian hari.

IKAPPI berharap agar pemerintah mencabut kenaikan harga BBM atau melakukan upaya-upaya yang memungkinkan untuk meringankan beban pedagang kami. Jika tidak maka langkah-langkah lain akan kami lakukan secara maksimal, kami sedang melakukan konsolidasi dan akan merekomendasikan upaya-upaya ke depan untuk anggota kami pedagang pasar diseluruh Indonesia dengan membentuk front persatuan menolak BBM.red2