Ibu Korban Kesetrum Membantah, Manager ULP PLN Medan Kota, Oktovo Sudan Memberikan Santunan

228
MEDAN | SUMUT24.co
Pasca peristiwa tewasnya, Renaldi (23) yang kesetrum di Jln. Denai Gg Tujuh,  Kec. Medan Denai, Jumat (25/6/2021) kemarin berbuntut panjang. Pasalnya, pihak ULP PLN Medan Kota mengaku telah memberikan uang santunan kepada kelurga korban. Sementara ibu kandung korban, Sari Agustina (43) mengatakan belum menerima uang santunan dari pihak PLN ULP Medan Kota.
“Hingga sampai saat ini sebagai pihak keluarga almarhum belum ada menerima santunan dari PLN ULP Medan Kota sebagai mana yang dikatakan Maneger ULP PLN Medan Kota, Oktovo yang diberitakan salah satu surat kabar terbitan Medan bahwa dia telah memberikan langsung kapada saya salaku ibu korban atas meninggalnya anak saya, Renaldi.” kata Sari, Kamis (14/10/2021) siang.
Menurut ibu korban yang meripakan warga Jln. Denai, Gang Pinang Raya, Kecamatan Medan Denai ini mengatakan ia hanya diberi santunan secara pribadi oleh Veriani Sinaga yang menjabat KL3 ULP PLN Medan Kota.
“Santunan sebesar Rp 1 juta itu merupakan santunan pribadi ibu Veriani Sinaga, bukan dari pihak (Maneger) ULP PLN, itu kata Veriani saat memberikannya kepada saya, makanya saya terima” ujar Sari kepada awak media.
Usai menerangkan hal itu kepada wartawan, Sari ibu korban meminta ditemani agar menemui Manager PLN ULP Medan Kota untuk mengklarifikasi langsung terkait pemberitaan bahwa ULP PLN Medan Kota telah memberikan santunan kepada pihak keluarganya.
Namun, setibanya di Kantor PLN ULP Medan Kota, hambatan dan rintangan untuk bertemu dengan manager ULP PLN Medan Kota,  Oktovo begitu banyak layaknya bertemu kepala Negara meski akhirnya sampai di ruang tunggu gedung ULP PLN Medan Kota.
Tidak lama kemudian, seorang staf wanita yang menjabat sebagai KL3 ULP PLN Medan Kota, Veriani Sinaga datang keruangan tersebut dan duduk menghampiri, Sari (ibu korban) hingga sampai pada pembicaraan maksud tujuan adanya pemberitaan jika PLN Medan Kota telah memberikan santunan kepada pihak keluarga atas meninggalnya, Renaldi.
Veriani Sinaga usai mendengar tujuan dan maksud kedatatangan Ibu almarhum mengatakan, “Lho, bukankah uang yang saya berikan itu kemarin sudah ibu terima,” kata wanita berjilbab tersebut yang dibrnarkan oleh Sari.
“Benar, tapi itu bukan santun dari PLN seperti pemberitaan media masa, akan tetapi santunan itu dari ibu pribadi, kan itu yang ibu bilang makanya saya terima,” jawab Sari yang lalu dijawab, Veriani, “Iya benar, itu santunan dari saya pribadi, karena santunan dari PLN tidak ada,” ucap Veriani kepada Sari ibu almarhum, Renaldi korban meninggal dunia akibat tersetrum listrik.
“Jadi kenapa dipemberitaan ini (sambil menunjukkan koran) bahwa Manager ULP PLN Medan Kota, Oktovo telah memberikan santunan kepada saya. Ketemu saja saya tidak perna sama Oktovo, kapan dan dimana dia memberikanya sama saya” ucap Sari menerangkan.
Merasa adanya dugaan kejanggalan, wartawan yang turut serta mendampingi ibu Sari memperkrnalkan diri ke Veriani dan meminta No kontak Manager ULP PLN Medan Kota, Oktovo.
Namun, nomor Manager ULP PLN Medan Kota, Oktovo saat dihubungi mengaku sadang ada rapat di dalam ruangan kantornya hingga tidak bisa bertemu dengan keluarga korban yang juga berada di kantor tersebut. “Saya sedang ada rapat bersama seluruh Manager PLN,” jawabnya.
Saat disinggung mengenai santunan dari ULP PLN kepada keluarga korban, Oktovo mengatakan, jika santunan telah ia berikan kepada keluarga korban, namun saat ditanya kapan dan di mana diberikan manager tersebut tidak menjawab.
Tidak hanya itu, bahkan berapa besar santunan PLN tersebut kepada pihak korban, Manager ULP PLN Medan Kota menjawab itu rahasia. Begitu pula wartawan bertanya apakah santunan sebesar Rp 1 juta yang diberikan KL3 ULP PLN Medan Kota, Veriani Sinaga adalah bantuan pribadi bukan atas nama ULP PLN Medan Kota.
Lalu, dengan sepontan, KL3 ULP PLN Medan Kota, Veriani Sinaga menghubungi suaminya yang mengatakan jika suaminya seorang oknum Polisi Militer (PM) yang tidak ada hubungan atas persoalan dan keingin tahuan kejelasan atas pemberitaan tersebut yang sakan menakut-nakuti keluarga korban dan wartawan.
Tidak sampai disitu, Veriani wanita berjilbab itu melakukan Video Call kepada seorang pria berseragam TNI seraya mengatakan ini orang LSM itu pa yang langsung diduga bahwa, Veriani hendak mengadu domba suaminya dengan ibu korban dan wartawan yang turut mendampingi.
Lalu, melalui Video Call dari HP milik Veriani yang langsung diarahkan kepada wartawan mengatakan jangan menuntut istrinya. Kemudian wartawan menjelaskan bahwa kedatangannya ke ULP PLN Medan Kota untuk mempertanyakan mengenai santun korban tewas tersengat listrik kepada PLN bukan kepada Variani. Dan tak lama kemudian, Variani mengakhiri pembicaraan pria berseragam TNI dengan wartawan dan pergi meninggalkan ibu korban dan wartawan dimana persoalan mempertanyakam bantuan santunan korban meninggal akibat tersengat listrik masih misteri.(W02)