HT Erry Lanjutkan Tahta Alm HT Rizal Nurdin

JAKARTA-SUMUT24

Presiden Joko Widodo melantik Ir HT Erry Nuradi SE, M.Si sebagai Gubernur Sumatera Utara sisa masa jabatan 2013-2018 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/5). Erry sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara dilantik bersamaan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Gubernur Riau dan Gubernur Kepualauan Riau.

Tengku Erry yang berdarah Melayu-Minang ini merupakan adik kandung dari mantan Gubernur Sumatera Utara, Tengku Rizal Nurdin (almarhum) yang wafat pada 5 September 2005 lalu, akibat pesawat Mandala Airlines yang ditumpanginya jatuh di sekitar Bandar Udara Polonia, Medan.

Bila dirunut ke belakang, tahta pemegang tampuk kepemimpinan Sumut 1, tetap jatuh kembali pada keluarga Tengku. Mantan Gubernur Sumut, Rizal Nurdin (almarhum) yang resmi dilantik menjadi Gubsu oleh Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno pada 13 Juni 2003 dan pasangan Tengku Rizal Nurdin dan Rudolf Matzuoka Pardede sebagai Wakil Gubsu priode 2003-2008 di Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol Medan.

Tiga tahun setelah itu, pada 5 September 2005, duka menyelimuti Sumatera Utara, karena Rizal Nurdin turut menjadi korban dalam jatuhnya pesawat Mandala Airlines RI-091 Boeing 737-200 di Medan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menjadi inspektur upacara pemakamannya di halaman belakang Mesjid Raya Al Mashun Medan, menunjukkan rasa haru mendalam.

Pada Rabu 25 Mei 2016, sejarah kembali mencatat, bahwa ‘tahta’ itu diamanahkan kembali pada sang adik kandung yakni,  Ir HT Erry Nuradi SE, M.Si. Prosesi pelantikan dimulai dengan penyerahan petikan Kepres pada pukul 15.00 WIB di Istana Merdeka.

Selanjutnya Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla serta Mendagri Tjahyo Kumolo bersama para gubernur dan wakil gubernur yang dilantik melakukan kirab dari Istana Merdeka menuju Istana negara tempat prosesi pelantikan. Pelantikan dilaksanakan pada pukul 15.30 WIb yang diawali dengan memperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya dibacakan Kepres tentang pengesahan pengangkatan para gubernur dan wakil gubernur. Setelah itu, dilakukan pengucapan sumpah Jabatan oleh Presiden RI serta Penandatanganan sumpah jabatan.

Jangan Bekerja Sendiri

Joko Widodo dalam amanatnya meminta para gubernur dalam menjalankan tugasnya, memastikan semua rakyat di daerahnya cukup pangan, medapatkan air bersih, listrik, transportasi dan mengakses layanan pendidikan dan kesehatan yang baik. “Ini era kompetisi, era persaingan, karenanya butuh kerja keras, produktivitas dan inovasi. Sehingga kita bersama-sama menjadi bangsa yang terdepan maju, menjadi bangsa pemenang,” ujar Joko Widodo.

Dalam memikul tugas maha berat, gubernur, menurutnya tidak bisa bekerja sendiri. Perlu membangun persatuan, menggalang sinergi, memperkuat gotong-royong. Hanya dengan semangat persatuan tersebut, gubernur bisa bekerja lebih baik menjalankan tugas mulia.

Presiden Jokowi kemudian mengingatkan bahwa Gubsu dan wagub adalah wakil pemerintahan pusat di daerah. Karenanya dalam melaksanakan pembangunan daerah gubernur hendaknya berpedoman pada visi mis perdiden sudah tertuang dalam nawacita agar bisa memabangun keterpaduan, memperkuat sinergi dalam mempercepat pembangunan nasional.

Sebagai ujung tombak pelaksanaan program-program prioritas nasional, Gubenur menurut Jokowi harus memastikan program-program prioritas nasional termasuk deregulasi dan debirokratisasi yang telah digulirkan pemerintah berjalan efektif hingga ke daerah. Gubernur harus menjadi simpul koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/ kota sehingga program kementerian lembaga di pusat dan daerah, lintas kabupaten terkonsolidasi baik.

“Saya berharap para Gubenur dan wagub mendekatkan diri dengan rakyat, jangan kerja dibelakang meja saja. harus mau terjun langsung ke lapangan untuk mengurai masalah yang ada,” imbuh Jokowi.

Presiden meminta gubernur lakukanlah reformasi birokrasi dan anggaran publik secara fundamental. Memperbaiki sistem tata kelola pemerintahan dan meningkatkan pelayanan publik sehingga pemerintah bisa dirasakan di tengah masyarakat. “Bekerja lebih baik dan amanah, dekat dengan rakyat dan sehingga dapat selalu menjadi pimpinan yang dipercaya,” katanya.

Erry hadir didampingi istri Ny Evi Diana dan keluarga. Sementara para undangan yang hadir menyaksikan prosesi pelantikan terdiri dari para Gubernur seluruh Indonesia beserta istri, para pimpinan DPDRD provinsi yang dilantik, anggota Forkopminda, Sekda Prov, Ketua KPU Prov dan Bawaslu. (W03)