Hakim Agung Resmikan Pengadilan Anak Percontohan PN Stabat

LANGKAT | SUMUT24

Perwakilan Mahkamah Agung RI Sri Murwahyuni SH MH mengatakan berdasarkan cacatan statistik Polri Tahun 2000 terdapat 11.344 anak menjadi tersangka pelaku tindak pidana.

Januari hingga Mei 2002 ditemukan 4325 tahanan anak di Rutan atau LP di tanah air. Ironisnya, sebahagain besar atau 84,2 persennya anak anak tersebut ditempatkan pada tahanan atau penjara orang dewasa.

Hal itu diungkapkan Hakim Agung Sri Murwahyuni, saat meresmikan bantuan fasilitas Pengadilan Anak di Pengadilan Negeri Stabat, Selasa ( 31/5).
Turut hadir dalam peresmian bantuan Fasilitas Pengadilan Anak di Pengadilan Negeri (PN) Stabat rombongan Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Umum Partini SH, dari Makamah Augung RI, rombongan Ketua Pengadilan Tinggi Sumut Dr Cicut Sutiarso SH MH, Bupati diwakili Sekda dr Indra Salahuddin, para Forkopimda Langkat,Ketua PN Stabat Saidin Bagariang SH serta hakim dan panitera Kajari Stabat A Ridwan SH MH, Kasi Pidum Ilham Wahyudi SH, Ketua Pengadilan Agama Stabat dan Kapolres Langkat.

Disebutkannya, seiring UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) yang berlaku sejak Juli 2014 lalu, MARI telah membentuk Kelompok Kerja Perempuan dan Anak tahun 2015 bahwa anak disidangkan dalam ruang sidang khusus anak dan ruang tunggu yang dipisahkan dari orang dewasa, sebut Sri Murwahyuni lagi.

MARI telah berupaya mengembangkan fasilitas Pengadilan Anak termasuk PN Stabat dari bantuan Sustain dan saat ini telah menlengkapi gedung Pengadilan dengan ruang sidang ramah anak, ruang tunggu merupakan inovasi dan patut ditiru oleh pengadilan negeri lainnya .

Bupati Langkat diwakili Sekdakab dr Indra Salahuddin menyampaikan terimakasih kepada Mahkamah Agung RI yang telah menghunjuk PN Stabat sebagai salah satu pengadilan percontohan pengadilan anak di Indonesia dan hal ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Langkat dan semoga pengadilan negeri Stabat benar menjadi pengadilan terbaik natinya.

Ketua PN Stabat Saidin Bagariang SH mengatakan, PN Stabat menyatakan terimkasih atas kepedulian pimpinan MARI dan lembaga yang sangat peduli dengan ,masalah anak dan perempuan melalui UE UNDP.

Berdasarkan statistik laporan perkara anak yang ditangani di PN Stabat cenderung menurun, untuk perkara anak tahun 2009 sebanyak 97 perkara, 2010 76 perkara, 2011 55 perkara, 2012, 38 perkara, 2013, 47 perkara 2014 39 perkara 2015 13 perkara dan 2016 sampai dengan Mei sebanyak 3 perkara.(wit)