GUBERNUR EDY DALAM PUSARAN POLITIK SUMUT

Oleh: Irwansyah Nasution

Nyaris Hening tanpa riuh rendah jelang akhir jabatan gubsu Edy di Sumatera Utara untuk satu periode kepemimpinannya.

Lima belas tahun belakangan catatan pemerintahan Sumut penuh dengan gonjang ganjing yang mempermalukan masyarakat Sumatera Utara dengan ditahannya 2 kepala daerah dalam persoalan hukum oleh KPK , menjadi pemberitaan nasional, pemerintahan Sumut kala itu bak selebritas menghiasi tajuk berita seolah tanpa jedah menimpa dua kepala daerah sebelumnya .

Memang sebahagian publik menilai peristiwa itu bukan peristiwa hukum semata mungkin ada bumbu politik yang dibungkus dalam peristiwa hukum.

Dan sekarang sejak Gubernur Edy mengendalikan Sumut hampir 4 tahun ini seperti nya nyaris tak ada kasus yang mencuat kepermukaan dalam guncangan hukum disumut seperti di Papua yang lagi hangat-hangatnya ,tentu ini hanyalah analisis sementara dari penulis yang melihat ada terobosan penting dari penataan awal dan pengelolaan pemerintahan gubernur Edy Ramayadi on the track belum terjawab penulis.lalu mengapa bisa kondusif ?
mestinya ini patut disyukuri bukan dipertanyakan ,namun secara akademis terlalu menarik untuk dilewatkan ,sebagai hipotesa perlu jadi pertanyaan karena sangat menarik sebagai catatan publik.

Pertanyaannya Apa yang membuat tak ada goncangan tsunami hukum disumut sejak Edy memerintah?
Bagaimana pemerintahan baru agar mencapai tujuan akhir tanpa ada peristiwa sudden Death secara tiba tiba yang menimbulkan kegoncangan birokrasi pemerintahan disumut ?.

Secara teori pastilah publik melihat bahwa jalannya pemerintahan relatif bersih dari cawe-cawe korupsi.sehingga aman dari penegakan hukum.atau sisi lain yang patut kita apresiasi apakah resep olahan gubernur Edy dalam membuat visi cukup ampuh hingga saat ini tameng keramat “Sumut bermartabat”.

Sejak awal Sumut bermartabat yang dicanangkan Edy sebagai penangkal bahkan menjadi “ajimat ” bagi aparatur sipil dalam menjalankan pemerintahan Sumut mengelola anggaran menjunjung kehormatan dan martabat masyarakat Sumut disamping cleans governent dan kesadaran hukum.

Sampai disini penulis akan coba mengupas lebih dalam lagi dalam tulisan berikutnya “Edy Rahmayadi Dalam Pusaran Politik Sumut ” dan keajaiban.

Penulis adalah pengamat sosial dan politik Ketua Pokdar Kamtibmas.Bhayangkara Batubara.