Global Prima National Plus School Peringati Waisak

MEDAN | SUMUT24
Keluarga Besar Global Prima National Plus School memperingati Hari Raya Waisak di halaman sekolah tersebut Jalan Brigjen Katamso Medan.
Acara peringatan Hari Raya Waisak yang diikuti oleh segenap siswa-siswi, guru beserta para staff tersebut juga dihadiri dua Bhikku , guru agama Buddha tingkat SD Citrawati, S.Pd, kepsek PG-TK Vera Dharmayanti, S.Pd, kepsek SMP Maria Linda, S.Pd, kepsek SMA Indra Kesuma, S.Pd, guru agama Buddha tingkat SMP & SMA Made Adhiguna Samvara, S.Ag, M.Si dan mewakili orangtua siswa.
Koordinator Sekolah Global Prima National Plus School Dr. Willy Tanjaya, SH, S.Kom, M.Kn dalam sambutannya mengatakan, Perayaan Waisak adalah hari yang sangat bermakna bagi Umat Buddha, dimana umat Buddha memperingati 3 kejadian penting, yakni kelahiran Sang Buddha, pencapaian penerangan sempurna, serta wafatnya Sang Buddha.
“Peringatan Hari Raya Waisak tahun ini bertemakan Cinta Kasih Pelindung Dunia,”kata Dr Willy Tanjaya.
Doktor muda ini juga berharap, melalui Perayaan Waisak diharapkan tumbuh sikap kebersamaan antar siswa Buddhis dalam menanamkan dan meningkatkan Saddha, selalu berpikir positif, berbakti pada orang tua, juga para guru agar menjadi siswa-siswi teladan, sehingga mengangkat nama baik orang tua, tentunya dapat juga menjaga dan meningkatkan kualitas sekolah,”kata Willy Tanjaya yang namanya sudah tak asing lagi di dunia pendidikan ini meyakinkan.
Kepsek SMA Global Prima Indra Kesuma berharap, dengan perayaan Waisak kita dapat mengajak seluruh warga sekolah untuk selalu meningkatkan Iman dan Taqwa, dalam beragama dan juga tetap menjalin hubungan yang baik dengan agama lainnya. Menurut Indra, pembangunan karakter bangsa tiada artinya jika tidak disertai toleransi antar umat beragama.
‚ÄúSemoga dengan penyelenggaraan acara ini, akan menambah keyakinan siswa Buddha terhadap Buddha Dhamma, serta toleransi antar siswa beragama lain berkembang dengan baik,”katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepsek SMP Global Prima Maria Linda, S.Pd . Dia berharap, semoga acara dapat membuat semua makhluk hidup berbahagia.
Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Panitia Made Adhiguna Samvara, S.Ag, M.Si Selasa (14/6) menambahkan, acara Hari Raya Waisak berlangsung hikmad itu diawali dengan menyanyikan lagu Magha Puja oleh siswa-siswi Global Prima.
Kemudian, kata Made, dilanjutkan dengan persembahan puja dari siswa-siswi serta pembacaan Maghapunnamipuja Katha membuat acara ini bertambah meriah dan sarat makna. “Disamping itu prosesi pemandian patung Buddha Sidhartagautama juga tidak kalah penting, sehingga para peserta dapat memetik hikmahnya,”kata Made lagi.
Made juga memaparkan, perayaan itu juga dimeriahkan oleh berbagai acara hiburan dari siswa-siswi Global Prima, diantaranya penampilan tarian, paduan suara, serta modern dance, dan lain-lain.
Puncak Peringatan Hari Raya Waisak kata Made, diisi dengan siraman rohani oleh Bhikkhu Kusalacitto dan Bhikkhu Dhammaguno. Siraman rohani yang disampaikan para Bhikkhu didengarkan secara antusias oleh seluruh siswa beserta para tamu undangan.(R.05)