FKUB Minta Polres Batubara Sapu Bersih Narkoba

LIMA PULUH | SUMUT24

Tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab Batubara, Selasa (14/6) melakukan audiensi ke Kapolres Batubara AKBP S Bona Parte Silalahi SIK.
Kedatangan pengurus FKUB yang dipimpin Ketua Drs H Abdul Rahman, Sekretaris A Jais MA, Bendahara Sofyan,serta pengurus tokoh Protestan, tokoh Katolik dan tokoh Kong Hu cu ini, diterima langsung oleh kapolres diruang kerjanya.

Dalam kesempatan itu, Drs HA Rahman menyampaikan, kedatangan tersebut merupakan salah satu agenda penting di organisasi FKUB Batubara,dengan harapan kedepanya dapat terus menjalin komunikasi yang baik, dan meminta Kapolres Batubara bisa melakukan penertiban, antara lain penertiban penyakit masyarakat (Pekat) , hiburan seksi serta penanganan penyalahgunaan narkotika, yang sangat menghantui hidup masyarakat.

“Konflik antara umat beragama di daerah ini tidak ada, paling ada yaitu konflik internal dalam agama itu sendiri dan alirah sesat,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kerukunan Antara Gereja (BKAG) Kab Batubara. Pendeta M Doloksaribu M TH dari HKBP Lima Puluh menyampaikan, kehidupan beragama di Batubara secara umum cukup nyaman, dan rukun.Tidak pernah terjadi pergesekan, meski berbeda agama, namun tetap tenram.
” Hal ini terlihat dari berdirinya dua bangunan tempat ibadah Masjid dan Gereja HKBP Lima Puluh yang berdampingan.Dan pembangunan pagarnya, juga dilakukan secara patungan,”ujar M Doloksaribu.

Selain meyampaikan ungkapan terima kasih kepada pengurus FKUB dan tokoh agama yang ada di Batubara, dalam kesempatan itu, Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi SIK juga mengatakan, pertemuan silaturrahmi di Batubara ini,berbeda dengan yang lain.Karena, disini semua terasa kental dengan kearifan lokalnya.

“Kita menghormati apa yang menjadi kebijakan lokal.Dan saya,sangat menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama.Saya juga inginbekerja sama dengan FKUB, dan mengharapkan saran dan masukan”, ujar Kapolres.

Dikatakanya,untuk memberantas narkoba,polisi tidak dapat bekerja sendiri tanpa bantuan dari tokoh-tokoh agama dan masyarakat. Sehingga, tidak terjadi seperti saat kami menangkap bandar narkoba di Pagurawan pada minggu kemarin.Rumah tersangka dipasangi CCTV melalui warung internet (Warnet).

“Saya sangat mengharapkan agar tokoh agama tidak bosan mengkhotbahkan kepada umat yang bisa terjangkau, dan memberikan motivasi agar menjauhi narkoba,” pintanya.(jo)