ERAMAS Lebih Unggul

246

MEDAN | SUMUT24

Bila melihat perspektif dukungan kursi parlemen di DPRD Sumut, pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajek Shah (ERAMAS) didukung 6 parpol dan 60 kursi tentu lebih unggul, bila dibanding dengan dua paslon lain, yakni JR Saragih-Ance Selian (20 kursi) dan Djarot-Sihar (20 kursi). Hal ini dikatakan Anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara kepada SUMUT24, Kamis (11/1).

“Edy Rahmayadi-Ijeck tentu lebih unggul, apalagi sudah mengantongi 60 kursi di DPRD Sumut dengan 6 partai politik,” ujar Dedi Iskandar.

Munculnya 3 pasangan calon Peserta Pilkada yang telah resmi mendaftar ke KPU Sumut, Rabu (10/1), adalah hasil dari proses negosiasi politik elit partai.

“Pilkada Sumut 2018 ini juga Saya lihat sekaligus menjadi energi pembuka menjelang pileg dan Pilpres 2019,” sebut

Lebih lanjut dikatakannya, ini semacam pemanasan, hasil Pilkada ini tentunya akan dijadikan alat ukur untuk menyusun strategi 2019.

“Tapi yang menarik menurut saya, bahwa partai pendukung Pemerintah dan oposisi, justru bersatu mendukung salah satu pasangan calon, yaitu Edy Rahmayadi dan Musa Rajek Shah,” ujar Dedi.

“Jadi konstelasi politik lokal di Pilkada Sumut ini semakin sangat dinamis dan emosional. Tapi, saya meyakini, kontestasi ini akan berlangsung sehat dan demokratis,” ujar senator Sumut ini

Pilkada Sumut 2018 seperti drama dan panggung teater, ada yang bersuka cita, ada pula yang terluka, ada yang merubah haluan, ada pula yang membuat peta jalan baru. Ada yang Legowo ada pula yang protes.

Tapi semua situasi menunjukkan bahwa otoritas partai tetap ada di tingkat pusat, tidak ada otonomi kekuasaan yang terdistribusi ke daerah.

Pengambilan keputusan terhadap calon- calon masih ditentukan oleh elit partai. Penjaringan, fit and propertes tidak menjadi indikator penentu penetapan calon. Elektabilitas dan Akseptabilitas yang biasanya menjadi alat ukur penting, sepertinya diabaikan. Kompromi-kompromi politik elit justru menjadi penentu utama, terlihat bahwa keberadaan pucuk pimpinan partai politik sangat menentukan arah dukungan.

Ditempat lain, sambungnya, ada PPP yang kader-kadernya tidak menerima keputusan DPP nya. Ada pula PKPI yang mengalihkan dukungan pasca pendaftaran. (W03)

SHARE