D’Zone Digerebek 5 Oknum Polisi Terjaring Saat Party

SIDIMPUAN | SUMUT 24
Diduga jadi sarang peredaran narkoba, petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Kota Padang Sidimpuan gerebek lokasi hiburan malam, D’Zone yang berada di Jalan Sisingamangaraja Kota Padang Sidimpuan, Jumat (27/5) malam sekira pukul 22.00 wib. Ironis, dalam penggerebekan tersebut petugas memboyong 5 oknum Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).

Informasi yang dihimpun wartawan di Polres Kota Padang Sidimpuan, Sabtu (28/5) siang menyebutkan, penggerebekan tersebut berawal dari informasi yang diterima petugas atas adanya peredaran narkoba di kawasan tersebut. Mendapat informasi tersebut, petugas pun kemudian menyambangi lokasi hiburan malam yang hanya berjarak sekira 50 meter dari Polres Tapsel.

Saat penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan 11 pengunjung D’Zone yang tengah menikmati alunan musik Disc Jockey (DJ) yang bernuansa Break Beat dari kamar 10 atau yang lebih dikenal dengan sebutan room 10. Pasalnya, di room tersebut petugas menemukan 3 bungkus plastik transparan dengan jumlah 9 butir lebih yakni masing- masing berisi 6 butir, 3 butir dan 1 bungkus lagi berisi ekstasi yang sudah remuk. Atas penemuan itu, petugas pun menggiring 11 pengunjung tersebut ke Polres Kota Padang Sidimpuan guna dimintai keterangan.

Ironisnya, dari pemeriksaan tersebut 5 pengunjung yang tengah party tersebut merupakan oknum polisi yang bertugas di Polres Tapsel yakni, Bripda M Fadli Siregar (23), Bripda Suhanggara Admaja (23), Bripda Syawaluddin A Siregar (22), Bripda Khairil Fadli (22), dan Bripda Budi Darmawan (22). Sedangkan 6 pengunjung lainnya yakni, Ikhsan Dwi Indawan Purba (26) warga Jalan Jermal XV No. 16 Medan, M Iwan Syaputra Dalimunthe (30) warga Jalan Sisingamangaraja Gang Mandailing No. 27 Medan, Krisnoval Abdillah (21) warga Jalan Amir Hamzah Dusun VI Gang Mandiri Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, Rina Sofiana (26) warga Puri Kampung Baru Kelurahan Kartini Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhan Batu, Nurul Fitriah (24) warga Jalan Ganda Wijaya Kota Cimahi, dan Nadin Artha Nova Tampubolon (23) warga Jalan Meranti Komplek Aspol No. 5 Kelurahan Padangmatinggi Kabupaten Labuhan Batu merupakan warga sipil. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengetahui barang haram tersebut merupakan milik Bripda Suhanggara Admadja yang baru didatangkannya dari Kota Medan.

Kepada wartawan, Nadin yang ditemui di Polres Kota Padang Sidimpuan yang berada di Jalan Serma Lian Kasong mengaku, dirinya telah mengkonsumsi narkoba di lokasi kejadian. “Ada tadi malam aku makan bang di situ. Seperempat aku di kasih,” akunya.

Lebih lanjut, perempuan yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) salahsatu rokok ternama di Indonesia tersebut mengaku, ke datangannya ke lokasi tersebut atas undangan temannya yang merayakan ulang tahun. “Diundang aku bang. Ulang tahun kawan. Makanya ke situ aku,” pungkasnya.

Sementara itu, Nurul mengaku, dirinya juga diundang temannya yang tengah merayakan ulang tahun di lokasi tersebut. Namun, dirinya mengaku tidak ada mengkonsumsi narkoba saat berada di lokasi itu.

“Diundang juga aku bang. Tapi gak ada aku makan,” ucapnya singkat.

Terpisah, Kasat Reserse Narkoba Polres Kota Padang Sidimpuan, AKP K Nababan mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, barang haram tersebut merupakan milik Bripda Suhanggara Admaja. Hal tersebut diketahui berdasarkan pengakuan Angga, sapaan akrab Suhanggara Admaja.

“Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan. Namun, kita sudah mengetahui kalau barangnya milik Angga. Ini dari pengakuannya. Tapi, kita akan terus melakukan penyelidikan guna mencari dari mana barang itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, tambah perwira berpangkat 3 balok emas di pundaknya tersebut, dari hasil tes urin yang dilakukan pihaknya, 5 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. “Kelimanya yakni, M Fadli Siregar, Syawaluddin, Budi Darmawan, Krinoval Abdillah, dan Nadin,” ucapnya.

Namun dirinya mengaku sanfat terkejut ketika mengetahui hasil tes urine menyatakan kalau pemilik benda haram tersebut, Angga dinyatakan negatif mengonsumsi narkoba. Kendati demikian, pihaknya hingga kini terus menyelidiki asal muasal benda haram tersebut.

“Tapi pemiliknya negatif. Heran juga lihatnya,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, pihaknya mendapati benda haram tersebut bukan dari tangan Angga melainkan tercecer di lantai. “Tidak dari tangannya. Tercecernya di lantai. Mungkin, pas kita grebek langsung dibuang,” ungkapnya.

Namun, saat disinggung apakah dirinya mengetahui kalau lokasi tersebut terdengar kabar ada menjual pil ekstasi kepada pengunjungnya, K Nababan mengaku tidak tahu. “Kalau itu saya tidak tahu,” pungkasnya. (Indra)