Dzikir Bersama dan Tabligh Akbar Polrestabes Medan

108

MEDAN|Dengan Polrestabes Medan, menggelar Tabligh Akbar dan Dzikir Bersama bertemakan ‘Melalui Dzikir Bersama Kita Pelihara Persatuan dan Kesatuan Demi Terwujudnya Kamtibmas Kota Medan dan Sekitarnya yang Kondusif’ di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (31/3)

Tabligh akbar dan dzikir bersama dengan menghadirkan, Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono MSi (Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Ekonomi), Imam Besar Mesjid Istiqlal Jakarta Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA, Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin MSi, Dandim 0201/BS Kolonel Inf Bambang Herqutanto, Ketua MUI Medan Prof M Hatta, Ketua Tanfidziah PW NU Sumut Drs H Afifuddin Lubis MSi.

Turut hadir Ketua Muhammadiyah Kota Medan Anwar Sembiring, Ketua Komisi Dakwah dan pengembangan Masyarakat MUI Medan dan Ketua Majelis Taklim KBIH Jabal Noor Usd K H Zulfikar Hajar Lc, Pengasuh Pengajian Majelis Taklim Halimah dan Ketua Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) Sumut Hj Bundah Indah, Ketua Majelis Dzikir Tazkira Sumut dan Pemimpin Rumah Tasawaf Baitul Mustaqfirin Alm Amir Buya Dr K H Amiruddin MS MBA PhD, Pimpinan Majelis Syariah DPW PPP Sumut H Khairul Hamdy Jalaluddin dan tiga ribu orang dari seluruh elemen masyarakat.

Sedangkan dari pihak dari Poldasu juga turut hadir Kapolda Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, Wakapolda Sumut, Irwasda Polda Sumut, PJU Polda Sumut, Kapolrestabes Medan, Kapolres Belawan dan Kapolres Langkat.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting, Minggu (1/4) mengatakan, maksud dan tujuan Dzikir dan Tabligh Akbar ini digelar untuk mempersatukan elemen masyarakat agar terhindarnya dari isu-isu negatif dan konflik antar agama.

Selain itu tabligh akbar ini bertujuan untuk memelihara kesatuan dan persatuan demi terwujudnya Kamtibmas di wilayah Sumatera Utara.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto yang memberikan sambutan pada kegiatan tersebut mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tamu yang telah hadir dan selamat datang kepada Prof Dr KH Nasaruddin MA di tengah kesibukannya masih menyempatkan waktu untuk memberikan tausiah kepada warga Kota Medan.

“Menjelang Pilkada Sumut 2018 diharapkan suasana wilayah Kota Medan tetap terjaga aman dan kondusif. Tentunya untuk mewujudkan hal ini diperlukan kerjasama dengan seluruh pihak khususnya para tokoh agama guna membantu menyejukkan suasana Kota Medan. Kegiatan juga bertujuan untuk memelihara kesatuan dan persatuan, terkhusus di Sumut demi terwujudnya Kamtibmas yang baik di wilayah Sumatera Utara. Wilayah Kota Medan ini merupakan barometer wilayah Sumatera Utara oleh karena itu kita bersama harus menjaga keamanan dan kondusifitas Kota medan terkhusus saat Pilkada 2018,” ujarnya.

Sementara Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw menyatakan, momen dzikir dan tabligh akbar ini dapat menjadi sarana dalam meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebutkan bahwa Provinsi Sumut ini merupakan salah satu barometer keamanan di Indonesia dan Kota medan ini merupakan barometer keamanan di Prov. Sumut. Dengan upaya dan kerja keras seluruh elemen bangsa, hingga saat ini Kota Medan cukup aman dan kondusif, serta persatuan dan kesatuan bangsa dapat tetap dipertahankan.

“Maknai perkembangan demokratisasi di Indonesia tentang kebebasan berpendapat saat ini, acap kali dapat mencederai hak asasi, dasar/falsafah negara, serta ensititas bangsa. Antisipasi terhadap isu yang berkembang yang dapat merusak keamanan dan ketertiban masyarakat, maraknya pemberitaan hoax, munculnya ujaran kebencian, masih adanya sikap intoleran, berkembangnya ideologi anti Pancasila, pemanfaatan Pilkada dengan penyebaran isu SARA, isu entitas hubungan pribumi non pribumi, isu agitas kebangkitas PKI, isu keberpihakan pemerintah, isu penyerangan kepada tokoh agama dan Isu-isu lainnya yang dapat memicu konflik di masyarakat,” pungkasnya.

Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono MSi yang turut hadir juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir di kegiatan tabligh akbar. Juga atas kehadiran, Prof Dr KH Nasarudin Umar MA yang selalu menyampaikan begitu banyak ajaran agama Islam yang menghormati keberagaman, menjalin silaturahmi, serta toleransi satu sama lain.

Jenderal Bintang Dua ini juga menyampaikan jika Sumut menjadi barometer keamanan di Indonesia, maka seluruh masyarakat, Polri dan Pemerintah harus menjaganya.

Sementara Ketua MUI Kota Medan juga menyampaikan terimakasih kepada Kapolda dan rombongan serta para hadirin dan hadirat dan jamaah yang berbahagia. Dalam tradisi Islam pengajian adalah hal yang dilalui oleh suatu muslim sejak kecil hingga dewasa. Dalam pengajian diajarkan akhlak-akhlak yang baik yang nantinya akan terbawa hingga dewasa.

“Kegiatan ini akan berpengaruh terhadap persatuan dan kesatuan Sumut terkhusus Kota Medan. Kehadiran tokoh-tokoh nasional menciptakan kebhinekaan kesatuan republik Indonesia yang harus dijunjung bersama bahwa kita cinta terhadap segala sesuatu yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan dzikir bersama dipandu oleh Ustadz Afif Saleh Adri dan ceramah oleh Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA yang membahas tentang Keutamaan Nabi Muhammad SAW, Keutamaan Kitab Suci Al-Qur’an, Keistimewaan Indonesia dengan beragam budaya, agama dan adat, namun tetap hidup dalam damai dan penuh toleransi, serta tentang pemerintahan Indonesia untuk mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. (W02)

Foto: Doa bersama di kegiatan Dzikir Bersama dan Tabligh Akbar di Lapangan Merdeka Medan.

SHARE