Dugaan Korupsi BRI Simpang Amplas, Dua Tersangka Masuk Bui

 

Medan I Sumut24.co
Kejari Medan melakukan penahahan terhadap 2 tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Unit Simpang Amplas tahun 2019 – 2020 dengan
kerugian mencapai Rp1.930.161.201

Kedua tersangka yang ditahan alias masuk bui antara lain,  DA selaku Customer Service  BRI Unit Simpang Amplas  dan RTE selaku Kepala Unit BRI Unit Simpang Amplas

Kajari Medan, melalui Kasi Intelijen Simon,  didampingi Kasi Tindak Pidana Khusus Agus Kelana Putra menjelaskan, ada tiga alasan penahanan terhadap kedua tersangka.

” Alasannya, dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya,” sebut Simon, Kamis (21/7/2022).

Ditambahkan, modus yang dilakukan DA selaku Costomer Service, pinjaman Kupedes agunan kas sebanyak 5 rekening, diputus dan direalisasikan oleh tersangka tanpa seizin debitur.

Pinjaman debitur Kupedes Briguna sebanyak 6 rekening yang uang pelunasannya digunakan oleh Tersangka.

Kemudian, pinjaman debitur Kupedes Briguna sebanyak 9 rekening yang digunakan oleh tersangka DA, serta pemalsuan 2 bilyet deposito yang uangnya digunakan oleh Tersangka.

Sedangkan tersangka RTE, selaku Kepala Unit BRI Simpang Amplas secara sengaja tidak melakukan pengawasan dan pengendalian
sebagaimana tugas dan fungsinya.

” Tersangka RTE memberi kesempatan kepada tersangka DA untuk
melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian keuangan negara, ” ujar Simon.

Kedua tersangka diancam dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP.

Selanjutnya tersangka DA ditahan di Rutan Perempuan Klas IIA Medan, sedangkan RTE ditahan Klas I Tanjung Gusta Medan selama 20 hari guna proses penyidikan lebih lanjut, sebutnya (zul)