DPW LSM PAKAR Sumut Desak Pemerintah Segera Tutup Izin PT. SMGP yang Kembali Memakan Korban Jiwa

0
232

MEDAN | SUMUT24.co

Ketua DPW LSM PAKAR Prov. Sumut, Ir. Linceria Nainggolan secara tegas mendesak pemerintah Pusat khususnya Pemkab. Mandailing Natal (Madina) Prov. Sumatera Utara agar segera mencabut izin PT. SMGP. Pasalnya, keberadaan proyek perusahaan tersebut yang notabenenya membantu prekonomian masyarakat namun mengembalikan keadaan hingga jatuhnya korban jiwa.

“Untuk menyikapi dan menindaklanjuti persoalan yang ditimbulkan dari proyek PT. SMGP hingga menyebabkan jatuh korban jiwa, Pemerintah Pusat, khususnya Pemkab. Madina dan pihak instansi terkait agar tegas mengambil sikap dengan segera menutup segala aktifitasnya,” ujar Ir. Linceria Nainggolan, Minggu (24/4/2022).

Lanjut Linceria menjelaskan bahwa desakan permintaan DPW LSM PAKAR Prov. Sumut menutup izin PT. SMGP atas segala aktivitas di perusahaan tersebut akibat dari kondisi proyek pengeboran sudah banyak memakan korban berjatuhan hingga hilangnya nyawa.

Jauh hari sebelumnya sambung Linceria, pihaknya telah melayangkan surat kepada pihak Pemkab Madina dan instansi terkait agar pengeboran PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) untuk segera menutup izin serta segala aktivitasnya.

“Dari awal peristiwa yang terjadi kepada pekerja maupun maasyarakat sekitar hingga jatuhnya korban hingga aliada yang meninggal dunia dan kini sebanyak 16 warga Desa Sibanggor Julu, Kec. Puncak Sorik Marapi, Kab. Mandailing Natal (Madina) terpaksa dilarikan ke RSUD Panyabungan, Minggu (24/4/2022) pagi dan hingga kini para korban masih menjalani penanganan intensif di IGD RSUD Panyabungan, setelah diduga keracunan gas H2S yang bersumber dari aktivitas pengeboran sumur yang menyemburkan lumpur di Wellpad T milik PT SMGP di Desa Sibanggor Julu, Kecamatanan Puncak Sorik Marapi,” ungkap Linceria memaparkan.(W02)