DPRD Medan Bahas Ranperda Limbah Rumah Tangga

MEDAN|SUMUT24
DPRD Kota Medan sedang menggodok Ranperda, tentang Pengelolaan Limbah Rumah Tangga. Mengingat, isu pengelolaan air limbah rumah tangga secara umum di Kota Medan belum menjadi fokus utama Pemko Medan.

Padahal, seiring berjalannya waktu, isu pengelolaan air limbah rumah tangga akan menjadi permasalahan besar, bila tidak segera ditanggulangi.

Air limbah di Kota Medan yang dihasilkan oleh rumah tangga berupa
limbah cair seperti tinja, sisa cucian deterjen, cuci piring dan
mandi dibuang masyarakat langsung ke drainase yang mengalir langsung
ke sungai. Hal ini akan berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan.

Di dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan, Senin (9/02) dalam acara
penjelasan pengusul atas Ranperda Kota Medan tentang Pengelolaan
Limbah Rumah Tangga.

Anggota DPRD Kota Medan, Wong Cun Sen mewakili pengusul atas Ranperda pengelolaan limbah rumah tangga mengungkapkan, Kota Medan sebagai kota metropolitan harus ada konsep manajemen pengelolaan air limbah rumah tangga di dalam rancangan Perda yang meliputi perencanaan, kordinasi,
penyelenggaraan, pembiayaan, pembinaan, monitoring dan evaluasi.

“Perda tentang pengelolaan air limbah rumah tangga merupakan satu
simpul dari sekian banyak simpul yang berfungsi yang mengikat berbagai
aspek dalam komunitas kota. Baik dari aspek kesehatan, ekologi,
estetika, ekonomi, sosial dan lainnya,” paparnya.

Wong Cun Sen menambahkan tujuan dari pengelolaan air limbah rumah
tangga adalah untuk mengurangi dan menghilangkan pengaruh buruk air
limbah rumah tangga bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Selain
itu, untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup melalui pengolahan,
pembuangan dan pemanfaatan air limbah rumah tangga untuk kepentingan
hidup manusia dan lingkungan.

“Secara manjerial, akan sulit apabila pengembangan satu sistem
pengelolaan air limbah rumah tangga skala kota tanpa ada regulasi yang
mengatur dan mengikat berbahai pihak di Kota Medan pada pelaksanaannya
nanti,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Medan, Henry Jhon Hutagalung
mengungkapkan keberadaan Perda pengelolaan limbah rumah tangga akan
sangat penting di Kota Medan. Soalnya, itu akan menjadi payung hukum
bagi Pemko Medan untuk mengutip retribusi pengelolaan limbah keluarga.

“Tentunya, retribusi itu akan dikutip bila sistem pengelolaan limbah
rumah tangga yang ada di Kota Medan sudah selesai dikerjakan,”
paparnya. (BS)