Ditinggal Pergi Kesawah Maling Tabung Gas Beraksi

0
1101

LIMAPULUH | SUMUT24
Aksi pencurian siang atau malam hari yang meresahkan warga tampaknya terus saja terjadi. Kali ini kasus tersebut menimpa pasangan Sawon (45) dan Atik (40) warga Dusun IV Desa Lubuk Besar Kecamatan Limapuluh Kabupaten Batubara, Selasa (12/1) pagi sekira pukul 09.00 WIB disatroni maling.
Menurut informasi yang diterima SUMUT24 dari warga sekitar mengatakan, kejadian itu sontak membuat warga heboh karena rumah yang disatroni maling sedang ditinggal pemiliknya kesawah.
“Kami disini cukup resah lah dengan maling-maling kayak gini. Enta apa -apa aja pun disikat pelaku. Mulai tabung gas dan beras serta perhiasan emas, sepeda motor dan hewan ternak warga,”kata Usman.
Diceritakan warga, sang aktor maling yang menyatroni rumah kosong sempat diketahui warga coba mengejarnya. Namun kelihaian pelaku berpengalaman ini berhasil melarikan diri dari sergapan warga dan berhasil membawa lari perhiasan milik korban dengan total Rp 2 juta.
Pemilik rumah, Atik (40) mengaku tidak menyangka kalau rumah yang ditinggalkannya bekerja itu menjadi sasaran empuk.
“Aku gak tahu kejadiannya karena tadi di ladang sedang merumput dan dapat kabar dari warga kalau rumahku kemalingan. Makanya aku pulang. Perhiasan emas berbentuk gelang, cincin dan mainan kalung senilai Rp 2 juta. Sementara dua tabung gas dan beras yang sempat dimasukkan maling itu ke goni masih didapur dan tidak sempat dibawa.”kata perempuan paru baya itu yang mengaku kalau suaminya sedang merantau.
Misna (54) mengaku sempat memergoki pelaku, saat dirinya berjalan dibelakan rumah korban hendak mencari buah kelapa. Namun dia curiga karena melihat ada sepeda motor Supra terparkir dibelakang rumah tersebut. Karena curiga lalu dia bersembunyi mengintip aksi pelaku yang membuka pintu belakang.
” Kamu ngapain”. Dan dia menjawab “Apanya ibu ini”. Dan langsung aku bilang lagi “Itu gak ada orangnya ya, kalau ada apa dan ada yang hilang kamu yang aku tuduh,” dan saat itu maling itu berpura-pura tengah mencari rumput dan kemudian aku langsung teriak “maling-maling” hingga pelakunya lari dan langsung dikejar warga yang mendengar teriakanku,”ungkapnya sembari mengatakan mengingat cici-ciri pelaku.
Kapolsek Limapuluh AKP Nasib Sembiring yang saat itu dilokasi saat coba dikonfirmasi kejadian itu belum dapat berkomentar, “Nanti saja ya, ini masih proses penyelidikan dan pengembangan,”singkatnya dan berlalu menuju mobil dinasnya. (jo)