Ditemukan Satwa Langka Seekor Tapir di Perkebunan PTPN III Bandar Selamat

183

ASAHAN | SUMUT24.co

Warga Desa Perkebunan Bandar Selamat menemukan seekor Tapir yang juga satwa dilindungi negara di dalam kebun kelapa sawit milik Perkebunan PTPN III Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sabtu (17/8/2019) sekitar pukul 10.30 Wib.

Elizar (39), salah seorang warga yang ikut mengamankan hewan langka tersebut, mengatakan, hewan langka ditemukan dari pinggir hendak menyeberang dilokasi perkebunan milik PTPN III Bandar Selamat.

“Saya bersama teman teman sudah melihat dari jauh ada seekor binatang yang hendak menyeberang jalan, kami duga seekor babi, namun setelah didekati ternyata hewan Tapir, satwa yang dilindungi negara”, ujar Elizar.

Masih kata Elizar, kemudian hewan Tapir tersebut digiring kedalam Perkebunan untuk diamankan, namun hewan Tapir itu lari hingga terjerumus kedalam lubang bekoan yang ada didalam kebun kelapa sawit tersebut.

“Kami giring bang, hewan itu, tetapi malah hewan tapir itu lari, hingga kami kepung dan akhirnya tapir tersebut terjebak kedalam lubang bekoan kebun kelapa sawit milik PTPN III Bandar Selamat, kemudian kami pun melaporkan keaparat pemerintah setempat dan mengeserkannya ke grup Whats App (WA) dan Facebook (FB)”, ucap Elizar yang diamini temannya.

Sementara itu, Arief, Polhut, Seksi Konservasi Wilayah III, Asahan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, mengatakan, penyelamatan Tapir ini berawal dari laporan Polsek Bandar Pulau bahwa seekor Tapir terjebak ke dalam lobang.

“Satwa dengan nama latin Tapirus indicus atau Tapir, terjebak ke dalam lubang galian pembuangan air dengan kedalaman 2,5 meter sejak pagi dan akan dilakukan evakuasi dengan cara mengangkat”, ujar Arief.

Secara umum, pengetahuan warga desa terhadap Tapir atau disebut warga Cipan sangat minim. Warga juga mengaku Tapir salah satu satwa liar dan dilindungi UU nomor 7 tahun 1999. Hewan ini juga tergolong langka di wilayah Sumatera.

“Selama terjebak dilobang warga tidak berani mengambil tindakan. Hanya saja warga memberikan makan dedaunan. Kondisinya sehat,” ujar Arief.

Menurut Arief, Desa Perkebunan bandar selamat terletak di ujung Kabupaten Asahan yang berbatasan dengan Kabupaten Tobasa dan Kabupaten Labura dibatasi pegunungan Bukit Barisan Tormatutung dan dolok surungan.

“Nantinya satwa liar ini akan kita bawa ke pematang siantar setelah dicek oleh dokter hewan”, ucapnya.

Selanjutnya, Asisten Afdeling ll Perkebunan PTPN III Bandar Selamat, Fikry Hafiz, mengaku sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh aparat dan masyarakat Desa Perkebunan Bandar Selamat

“Saya berterima kasih memberi apresiasi kepada warga yang telah membantu menyelamatkan hewan Tapir yang merupakan Satwa langka itu”, ungkapnya. (tec)

 

Loading...