Disperindag Tobasa Razia Makanan Kadaluarsa

TOBASA | SUMUT24
Untuk menghindari makanan kedaluarsa, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Toba Samosir (Tobasa) melakukan razia di sejumlah tempat groser dan pasar strategis. Tujuannya, untuk menghindari penyakit bagi masyarakat (konsumen).

Razia pasar strategis dan groser tersebut melibatkan tim dari Dinas Pasar dipimpin Arifin Silaen selaku Kadis Kesehatan Patar Gultom, Staf ahli bidang ekonomi dan keuangan, Dra Berliana Sitompul, Camat Porsea, Elister Manurung SH, Satpol PP Mangaranap Simambela, dan bidang ekonomi Ronal Sirait SE.

” Tadi sudah kita himbau agar para pengusaha tidak menjual barang kedaluarsa di tokonya. Selanjutnya pihak kita akan menyurati sejumlah pengusaha toko yang didapati menjual barang kedaluarsa. Apabila Pedagang mengulangi menjual barang Kedaluarsa tersebut, maka akan ditindak dan dilaporkan ke pihak yang berwajib,” Ungkap Kadis Koperindag Tobasa, Marsarasi Simanjuntak di lokasi, Rabu (29/6) sekira Pukul 11.00 WIB.

Marsarasi juga memghimbau, agar konsumen lebih berhati – hati dan melihat jangka aspaied barang kemasan yang dibeli dari groser maupun pasar strategis. Razia digelar dalam rangka menjelang hari raya dan tahun baru.

” Hasil razia kita, kebanyakan bahan makanan kedaluarsa ditemukan adalah jajanan anak-anak, susu dencow, dan minuman Coca-Cola, yang diperkirakan 10 jenis. Sedangkan dari pasar Laguboti ada 13 jenis barang kedaluarsa. Dan kita juga menyarankan supaya groser atau toko memulangkan bahan kedaluarsa ke produsennya. Kemudian kegiatan razia akan dilakukan per semester. Terutama dihari besar menjelang keagamaan yakni Natal dan tahun baru. Sedangkan harga sembako di pasar strategis masih maksimal, termasuk beras,” papar Kadis Koperindag .

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Ria br Sirait (47) menanggapi razia tersebut dengan positif. Ia pun berharap kegiatan razia berkelanjutan.

“Kalau pandangan saya, itu bagus atau positif, yang kita ragukan nanti razia hanya sekali dan tidak berlanjut. Kalau seperti itukan percuma,” ungkap warga Lumban Julu itu. (js)