Dinkes Tanjungbalai Lakukan Fogging Penyebaran Virus DBD

TANJUNGBALAI | SUMUT24
Mengantisipasi perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebarkan virus Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Tanjungbalai melakukan fogging (pengasapan) di setiap di lingkungan tempat tinggal warga. Salah satunya di Jalan Lorong Sipirok, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Rabu (27/7).

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungbalai Drg H Azhari Sima mengatakan, pelaksanaan fogging ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk Aedes Aegypti dimusim hujan. “Hal tersebut kita lakukan untuk mengatisipasi penyebaran nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebarkan penyakit demam berdarah,” ujarnya.

Dikatakannya, pelaksanaan fogging tersebut dilakukan di beberapa wilayah kecamatan dan kelurahan yang dianggap rawan terjadinya benyebaran nyamuk Aedes Aegypti.

“Kita terus melakukan pelaksanaan fogging di lingkungan tempat tinggal warga yang dianggap rawan terjadinya penyebaran nyamuk Aedes Aegypti,” tandasnya. Seperti berita sebelumnya masyarakat diimbau mewaspadai penyebaran penyakit DBD yang berpotensi terjadi pada musim hujan seperti saat ini.

“Pada kondisi seperti ini perlu ditingkatkan kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan munculnya penyakit DBD,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai dr Azhari Sima, Senin (25/7).

Menurutnya, penyebaran nyamuk demam berdarah biasanya cenderung meningkat pada musim hujan, meskipun di Tanjungbalai belum ada ditemukan kasus DBD.Namum perlu diantisipasi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan penyakit demam berdarah.

Azhari menjelaskan, perkembang biakan dan pertumbuhan nyamuk demam berdarah juga akan meningkat bersamaan buruknya pola hidup masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Nyamuk tersebut tidak memerlukan media air yang banyak untuk menetaskan telur telurnya. Dengan hanya pada genangan air dalam ember kecil yang sudah terbuang, nyamuk tersebut dapat berkembangbiak.

“Nyamuk hanya butuh media air yang tidak langsung bersentuhan dengan tanah, seperti pada bak penampung air, kaleng yang berisi air dan botol-botol bekas,” ucapnya. Setelah menetas dan besar pada waktu yang hanya berumur dua minggu, nyamuk-nyamuk tersebut akan dapat menyebarkan penyakit kepada manusia. Perkembangbiakan nyamuk itu juga sangat cepat dengan jumlah yang banyak.

Untuk itu mencegah penyebaran DBD membutuhkan partisipasi masyarakat dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Seluruh benda yang dapat menyebabkan genangan air harus disingkirkan untuk menghindari pengambangbiakan nyamuk. “Untuk itu kita mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Serta melakukan “3M” yakni mengubur, menutup, dan menguras,“ ujarnya. (irz)