Dinkes Kroscek Rumah Sakit Terkait Vaksin Palsu

464

Pangururan | Sumut 24
Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir sudah terjunkan timnya untuk melakukan croscek ke sejumlah daerah di Samosir termasuk Rumah Sakit swasta HKBP di Nainggolan terkait isu vaksin palsu.
Plt Kadis Kesehatan Samosir dr. Managam Togatorop kepada wartawan mengatakan, sejak kasus vaksin palsu merebak Juni 2016 lalu, Dinas Kesehatan melakukan evaluasi ke Puskesmas dan Posyandu guna croscek kemungkinan ada vaksin palsu digunakan tanpa diketahui.
Merujuk hasil cek belum ditemukan vaksin palsu di Kabupaten Samosir Puskesmas dan Posyandu menggunakan vaksin yang dikirim Kemenkes jadi tidak mungkin vaksin palsu diberikan pada anak-anak disini, kata Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Managam Togatorop.
Tim dibentuk guna melakukan cek ke daerah-daerah yang mungkin berpotensi menggunakan vaksin yang tidak direkomendasi ke Menkes.
“Baru-baru ini kita melakukan cek ke salah satu rumah sakit yang tidak menggunakan vaksin dari Pemerintah,” katanya.
Pengecekan akan dilakukan ke rumah sakit lainnya dan daerah yang jauh memungkinkan tidak terjajaki para petugas dinas kesehatan dan mereka melakukan vaksin sendiri diluar pengawasan pihak dinas. Dampak ini memungkinkan saat pencampuran bisa terjadi kontaminasi bakteri, virus, atau kuman, sehingga bisa saja anak saat disuntikan mengalami infeksi lokal di bekas suntikan. Apabila pembuat cairan vaksin palsu yang terkontaminasi, infeksi bisa meluas keseluruh tubuh. Jenis infeksinya juga tergantung apa yang mengontaminasi.
“Kalau terjadi infeksi, kondisi itu berlangsung segera setelah menyuntikan dilakukan dampak vaksin palsu selanjutnya bisa di tinjau dari segi proteksi. Seorang anak tidak memiliki proteksi atau perlindungan atas virus-virus tertentu, akibat vaksin palsu yang telah disuntikan. (MP)

Loading...