Dinas Pendidikan Deliserdang Diduga Bersubahat dengan Oknum Kepsek SMP Negri Melakukan Mark Up Baju Batik dan Olahraga Siswa

MEDAN | SUMUT24.co

Upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi anak anak bangsa indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan para kabinetnya patut diacungkan jempol dan tidak diragukan.

Sebagai Presiden Indonesia yang sudah menjabat 2 (dua) priode, Jokowi Dodo melakukan estapet yakni, melanjutkan program pimpinan sebelumnya untuk meningkarkan mutu dan kwalitas pendidikan yang lebih baik dan maju bagi para siswa/pelajar baik dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menegah Atas (SMA).

Apalgi untuk dunia pendidikan sendiri, di Tahun Ajaran Baru 2022, pemerintah indonesia telah mengucurkan dana bantuan kepada siswa yang nominalnya cukup fantastis. Sehingga peran serta pemerintah khususnya terhadap dunia pendidikan para siswa/pelajar benar benar melaksanakan proses belajar dan belajar dengan baik dan benar.

Akan tetapi, bantuan yang selayaknya wajib disalurkandengan baik dan benar penyaluran dan penggunaannya masih saja dimanfaatkan oleh oknum oknum kepala sekolah yang terkesan nekat melakukan penyalahgunaan wewenang dan jabatannya.

Seperti halnya desas desus dari masyarakat dan orang tua murid/siswa bahwa, adanya oknum Kepala Sekolah di Pemkab Deliserdang yang nekat melakukan tindakan pelanggaran hukum yakni diduga melakukan korupsi hanya mencari keuntungan pribadi dan kelompok.

Ironisnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang terkait dugaan Mark Up dilakukan oleh oknum Kepsek SMP Negri ini terkesan kurang merespon untuk melakukan upaya penindakan terhadap oknum Kepsek nakal tersebut.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan, Kecamatan Percut Seituan yang juga anggota DPRD Deli Serdang, H. Rahmafsyah SH menyoroti dugaan Mark Up Baju Batik dan Olahraga Siswa didalam komentarnya, menyatakan sikap kecewannya.

Lanjut anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, tindakan oknum kepala sekolah yang disinyalir telah melakukan mark baju/pakian tersebut tanpa didasari kesepakatan wali murid san komite sekolah adalah tindakan yang dapat melakukan pelanggaran hukum.

“Terkait dugaan mark up baju batik dan olahraga siswa, saya sudah berkomunikasi kepada pihak dinas pendidikan (Sekretaris Dinas Pendidikan) melalui telepon dan oleh dinas pendidikan sudah memanggil dan meminta keterangan oknum Kepsek yang diduga melakukan mark up,” sebut Rahmadsyah menjelaskan.

Menindak lanjuti itu, wartawan mengkonfirmasikan ke dinas pendidikan Deliserdang yang disampaikan, Rahmadsyah bahwa menurut dinas pendidikan telah melakukan pemanggilan oknum Kepsek SMP Negri yang disebut sebut melakukan mark up.

Akan tetapi, hingga sampai saat sekarang ini, Kadis Pendidikan Deliserdang, Yudi Helmawan terkesan bungkam. Begitu pula hal yang sama dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang, Yusnaldi.

Dengan bungkamnya kedua pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang ini, Kadis Pendidikan, Yudi Helmawan dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang, Yusnaldi terkesan bersubahat dengan oknum Kepsek yang diduga melakukan mark up.(W02)